Pergerakan Harga Emas Batangan UBS dan Dampak Geopolitik
Harga emas batangan UBS masih menunjukkan variasi tergantung pada denominasi atau ukuran kepingan yang dipilih oleh pembeli. Perbedaan antara harga beli dan harga buyback menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan investor sebelum memutuskan transaksi. Selisih tersebut merupakan hal wajar dalam perdagangan emas batangan dan bisa berbeda tergantung ukuran yang dipilih.
Pekan terakhir menunjukkan bahwa pasar emas global telah bergerak naik signifikan menjelang dan sesudah serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026. Emas dunia tercatat menguat lebih dari 1,8 persen pada perdagangan internasional akibat meningkatnya permintaan aset aman (safe-haven) ketika risiko konflik meningkat.
Harga emas produksi UBS kembali diperbarui pada Minggu, 1 Maret 2026 pukul 11.24 WIB. Berikut adalah daftar harga emas UBS untuk berbagai ukuran:
- 0,1 gram: Harga beli Rp 432.000 dengan harga buyback Rp 274.000
- 0,25 gram: Harga beli Rp 983.500 dengan harga buyback Rp 685.000
- 0,5 gram: Harga beli Rp 1.744.300 dengan harga buyback Rp 1.371.000
- 1 gram: Harga beli Rp 3.142.100 dengan harga buyback Rp 2.743.000
- 2 gram: Harga beli Rp 6.205.100 dengan harga buyback Rp 5.487.000
- 3 gram: Harga beli Rp 9.285.400 dengan harga buyback Rp 8.230.000
- 4 gram: Harga beli Rp 12.335.400 dengan harga buyback Rp 10.974.000
- 5 gram: Harga beli Rp 15.215.800 dengan harga buyback Rp 13.718.000
- 10 gram: Harga beli Rp 30.164.400 dengan harga buyback Rp 27.436.000
- 25 gram: Harga beli Rp 75.166.000 dengan harga buyback Rp 68.591.000
- 50 gram: Harga beli Rp 149.812.400 dengan harga buyback Rp 137.182.000
- 100 gram: Harga beli Rp 299.416.800 dengan harga buyback Rp 274.365.000
Perbedaan antara harga beli dan harga buyback menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan investor sebelum memutuskan transaksi. Selisih tersebut merupakan hal wajar dalam perdagangan emas batangan dan bisa berbeda tergantung ukuran yang dipilih.
Berikut adalah harga emas UBS Hari Ini:
- 0,5 gram: Rp 1.688.000
- 1 gram: Rp 3.123.000
- 2 gram: Rp 6.197.000
- 5 gram: Rp 15.312.000
- 10 gram: Rp 30.463.000
- 25 gram: Rp 76.008.000
- 50 gram: Rp 151.705.000
- 100 gram: Rp 303.289.000
- 250 gram: Rp 757.998.000
- 500 gram: Rp 1.514.217.000
Harga emas Galeri 24 Hari Ini:
- 0,5 gram: Rp 1.622.000
- 1 gram: Rp 3.092.000
- 2 gram: Rp 6.109.000
- 5 gram: Rp 15.161.000
- 10 gram: Rp 30.241.000
- 25 gram: Rp 75.197.000
- 50 gram: Rp 150.275.000
- 100 gram: Rp 300.400.000
- 250 gram: Rp 749.156.000
- 500 gram: Rp 1.498.310.000
- 1.000 gram: Rp 2.996.619.000
Harga Emas Antam Hari Ini di Pegadaian:
- 0,5 gram: Rp 1.721.000
- 1 gram: Rp 3.332.000
- 2 gram: Rp 6.599.000
- 3 gram: Rp 9.872.000
- 5 gram: Rp 16.416.000
- 10 gram: Rp 32.773.000
- 25 gram: Rp 81.796.000
- 50 gram: Rp 163.507.000
- 100 gram: Rp 326.929.000
- 250 gram: Rp 817.037.000
- 500 gram: Rp 1.633.846.000
- 1.000 gram: Rp 3.267.648.000
Harga Buyback Emas Antam di Pegadaian:
- 0,5 gram: Rp 1.448.000
- 1 gram: Rp 2.897.000
- 2 gram: Rp 5.795.000
- 3 gram: Rp 8.693.000
- 5 gram: Rp 14.489.000
- 10 gram: Rp 28.979.000
- 25 gram: Rp 72.094.000
- 50 gram: Rp 144.188.000
- 100 gram: Rp 288.377.000
- 250 gram: Rp 717.391.000
- 500 gram: Rp 1.434.783.000
- 1.000 gram: Rp 2.869.567.000
Denominasi dan Harga Emas
| Denom | Harga Beli | Harga Buyback |
|---|---|---|
| 0,1 gr | Rp 432.000 | Rp 274.000 |
| 0,25 gr | Rp 983.500 | Rp 685.000 |
| 0,5 gr | Rp 1.744.300 | Rp 1.371.000 |
| 1 gr | Rp 3.142.100 | Rp 2.743.000 |
| 2 gr | Rp 6.205.100 | Rp 5.487.000 |
| 3 gr | Rp 9.285.400 | Rp 8.230.000 |
| 4 gr | Rp 12.335.400 | Rp 10.974.000 |
| 5 gr | Rp 15.215.800 | Rp 13.718.000 |
| 10 gr | Rp 30.164.400 | Rp 27.436.000 |
| 25 gr | Rp 75.166.000 | Rp 68.591.000 |
| 50 gr | Rp 149.812.400 | Rp 137.182.000 |
| 100 gr | Rp 299.416.800 | Rp 274.365.000 |
Catatan: Harga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pasar.
Harga Emas Dunia Melonjak Usai AS-Israel Serang Iran
Harga emas dunia melonjak setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan besar-besaran ke wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026). Ketegangan ini memicu aksi balasan dari Teheran yang menargetkan wilayah Israel serta pangkalan militer AS di kawasan tersebut.
Penguatan harga emas di pasar global juga didorong kegagalan pertemuan delegasi AS dan Iran di Geneva, Swiss, terkait isu reaktor nuklir dan pengembangan misil Iran. Situasi kian kompleks dengan konflik di Afghanistan dan Pakistan serta potensi keterlibatan negara sekutu masing-masing pihak, termasuk AS, China, dan Rusia.
Pada Sabtu (28/2/2026), harga emas dunia di pasar spot bergerak dari 5.182 dollar AS per troy ons dan naik 1,80 persen ke posisi 5.278–5.280 dollar AS per troy ons, menjadi level tertinggi dalam sepekan terakhir. Secara mingguan, kenaikan harga emas mencapai 3,12 persen. Harga emas global sejak Jumat (27/2/2026) berada di 5.277,29 dollar AS per troy ons, naik 1,74 persen dari perdagangan sebelumnya.
Di dalam negeri, harga emas batangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) ikut naik. Berdasarkan data resmi Logam Mulia, Sabtu (28/2/2026), harga emas Antam ukuran 1 gram menjadi Rp 3.085.000, meningkat Rp 40.000 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 3.045.000 per gram.
Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai ketidakpastian geopolitik menjadi katalis utama penguatan harga emas sebagai aset lindung nilai (safe haven). Menurut dia, meski terjadi koreksi, penurunan harga diperkirakan tipis, sekitar 5.260 dollar AS per troy ons untuk emas dunia dan Rp 3.045.000 per gram untuk logam mulia.
Dalam skenario mingguan, harga emas global dapat turun ke kisaran 5.200 dollar AS per troy ons, dengan logam mulia sekitar Rp 3.000.000 per gram. Namun, peluang penguatan diperkirakan lebih besar.
Ibrahim memperkirakan level resisten pertama emas dunia berada di 5.365 dollar AS per troy ons, dengan harga logam mulia berpotensi menembus Rp 3.150.000 per gram. Bahkan, dalam sepekan ke depan, harga emas global bisa mencapai 5.500 dollar AS per troy ons, dan logam mulia Rp 3.400.000 per gram.
Selain mendorong emas, eskalasi konflik juga berpotensi mengerek harga minyak mentah dunia. Kenaikan harga energi dapat menimbulkan efek berantai terhadap inflasi global dan melemahkan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.





