JAKARTA – Harga emas dunia kembali mengalami peningkatan setelah sebelumnya turun lebih dari 4% dalam sesi perdagangan sebelumnya.
Menurut laporan yang diterbitkan oleh Bloomberg pada Rabu (4/3/2026), harga emas naik ke level di atas US$5.100 per ounce pada awal perdagangan. Peningkatan ini terjadi setelah harga emas sempat mengalami tren kenaikan selama empat hari sebelumnya.
Di pasar spot, harga emas meningkat sebesar 0,5% menjadi US$5.115 per ounce pada pukul 7.14 pagi waktu Singapura. Sementara itu, harga perak juga mengalami kenaikan sebesar 0,2% menjadi US$82,16.
Kondisi pasar yang memicu kenaikan harga emas adalah ketegangan geopolitik yang semakin meningkat. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya menyatakan bahwa AS akan menyediakan pengawalan angkatan laut dan jaminan asuransi untuk memastikan jalur aman bagi kapal tanker minyak dan kapal lainnya melalui Selat Hormuz yang strategis. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mencegah potensi krisis energi di tengah konflik yang sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah.
Pasar masih dalam kondisi tegang setelah konflik antara AS dan Israel terhadap Iran terus berlanjut. Konflik ini telah berlangsung selama empat hari dan menimbulkan ketegangan yang signifikan di kawasan tersebut.
Israel melakukan serangan baru terhadap Teheran pada hari Selasa kemarin, dengan menargetkan sebuah gedung di kota Qom. Gedung ini merupakan tempat di mana para ulama Iran berkumpul untuk memilih pengganti Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Informasi ini disampaikan oleh Kan News Israel.
Selain itu, indeks dolar AS telah menguat sebesar 1,4% dalam minggu ini. Hal ini terjadi karena meningkatnya risiko inflasi akibat lonjakan harga energi. Imbal hasil obligasi juga meningkat seiring dengan situasi ini.
Beberapa faktor seperti ketegangan politik global, ancaman krisis energi, serta fluktuasi nilai tukar mata uang dapat memengaruhi dinamika pasar logam mulia. Dengan situasi yang terus berubah, investor dan pelaku pasar tetap memantau perkembangan secara dekat.
Adapun, kondisi pasar emas saat ini menunjukkan adanya antisipasi terhadap stabilitas ekonomi global. Penurunan harga emas beberapa waktu lalu telah memberikan ruang bagi kenaikan yang lebih stabil dalam beberapa hari terakhir. Namun, situasi ini masih sangat bergantung pada perubahan-perubahan yang terjadi di tingkat internasional.
Dalam konteks ini, penting bagi para pemangku kepentingan untuk terus memantau berbagai indikator ekonomi dan politik. Kenaikan harga emas bisa menjadi sinyal bagi investor untuk mempertimbangkan investasi dalam bentuk logam mulia sebagai bentuk perlindungan terhadap risiko inflasi dan ketidakstabilan pasar.
Selain itu, peningkatan harga emas juga dapat dipengaruhi oleh kebijakan moneter bank sentral di berbagai negara. Jika suku bunga tetap rendah atau bahkan menurun, maka permintaan terhadap emas cenderung meningkat.
Secara keseluruhan, harga emas saat ini mencerminkan situasi pasar yang dinamis dan sensitif terhadap berbagai peristiwa global. Investor perlu memperhatikan berbagai faktor yang dapat memengaruhi harga emas, termasuk situasi politik, kondisi ekonomi makro, dan perkembangan teknologi.





