Harga emas turun, beli atau jual?

Aa1we0av
Aa1we0av

Pergerakan Harga Emas Jangka Menengah

Secara umum, harga emas dalam jangka menengah berada dalam kisaran US$4.333 (support gap) hingga US$5.503 (resistance gap). Pergerakan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor makroekonomi dan kebijakan moneter yang sedang dijalankan oleh lembaga keuangan terkemuka dunia.

Salah satu faktor utama yang memengaruhi harga emas adalah risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Amerika Serikat yang dirilis pada Kamis, 19 Februari 2026, pukul 02.00 WIB. Risalah tersebut memberikan gambaran mengenai pandangan para pejabat Fed terhadap arah kebijakan moneter AS dalam beberapa bulan ke depan. Perbedaan pendapat antara para anggota FOMC mengenai apakah akan ada pemotongan suku bunga jika inflasi terus menurun atau penahanan/pengetatan suku bunga jika inflasi tetap tinggi, menjadi perhatian utama investor.

Suku bunga acuan The Fed tetap berada pada kisaran 3,5% hingga 3,75%, sesuai dengan ekspektasi pasar. Hal ini menunjukkan bahwa target inflasi sebesar 2% mungkin akan lebih lambat tercapai. Sikap ambiguitas dari Fed ini memperkuat daya tarik emas sebagai aset pelindung nilai terhadap kesalahan kebijakan dan ketidakpastian makroekonomi. Namun, meningkatnya sentimen risiko di pasar saham dan situasi geopolitik yang sedang berlangsung dapat mengurangi urgensi arus dana masuk ke aset safe-haven seperti emas.

Pergerakan Harga Emas Dunia dan Domestik

Pekan ini, harga emas dunia cenderung turun dan bergerak di kisaran US$4.661 (support) hingga US$5.155 (resistance) per troy ounce. Meskipun demikian, pergerakan ini tidak sepenuhnya stabil karena masih ada tekanan dari berbagai faktor eksternal.

Di sisi lain, harga emas domestik mengalami pergerakan yang relatif stabil. Pekan ini, harga tengah emas domestik bergerak mix pada kisaran Rp2.569.000 (support) hingga Rp2.774.000 (resistance) per gram. Perbedaan harga beli emas domestik tergantung jenis emas yang dibeli. Untuk emas digital, selisihnya sekitar +Rp60.000, sedangkan untuk emas fisik ANTAM mencapai +Rp650.000.

Jika harga emas dunia naik, maka harga emas domestik juga kemungkinan akan mengikuti tren tersebut. Dengan potensi kenaikan yang mungkin terjadi, harga emas domestik bisa kembali ke kisaran Rp3.000.000 per gram.

Performa Harga Emas Sejak Awal Tahun 2026

Sejak awal tahun 2026, performa harga emas dunia telah meningkat sebesar +15%. Sementara itu, harga emas domestik mengalami kenaikan sebesar +16%. Kenaikan ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap emas di pasar lokal semakin kuat, meskipun masih terpengaruh oleh kondisi pasar global.

Rekomendasi Investasi

Untuk investor yang ingin membeli emas, disarankan untuk melakukan pembelian secara bertahap di kisaran support harga. Dengan memantau harga terkini dan memanfaatkan promo yang tersedia, investor dapat memaksimalkan keuntungan dari investasi emas.

Pos terkait