Stabilitas Harga Kakao dan Pinang Kering di Aceh Tenggara
Harga komoditas kakao dan pinang kering di tingkat petani Kabupaten Aceh Tenggara tercatat stabil pada hari Selasa (24/2/2026). Hal ini menjadi informasi penting bagi para petani yang mengandalkan hasil pertanian mereka sebagai sumber penghasilan utama.
Harga Komoditas Saat Ini
Berdasarkan pantauan, harga komoditas kakao kering saat ini berada di angka Rp 32.000 per kilogram (Kg). Sementara itu, harga pinang kering mencapai Rp 11.000 per Kg. Stabilitas harga ini menunjukkan bahwa tidak ada fluktuasi signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Menurut Sabri, seorang penebus hasil bumi di Aceh Tenggara, harga komoditas ini telah stabil selama lima hari terakhir. Ia menjelaskan bahwa harga yang diterima petani sangat bergantung pada kondisi pasar di Medan. Jika harga komoditas naik di pasaran Medan, maka harga di tingkat petani juga akan meningkat.
Namun, Sabri menyampaikan bahwa sejak sebulan terakhir ini, harga komoditas andalan Aceh Tenggara seperti kakao turun hingga mencapai level terendah sebesar Rp 32.000 per kg. Meskipun stabil saat ini, harga tersebut masih jauh dari harapan petani.
Keluhan Petani Kakao
Asbi, seorang petani kakao di Desa Lawe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigala-gala, membenarkan bahwa harga kakao kering saat ini stabil. Namun, ia menyatakan bahwa harga tersebut masih jauh dari harapan. Sebelumnya, harga kakao pernah melambung hingga Rp 170.000 per kg, namun secara perlahan mengalami penurunan.
Menurut Asbi, harga kakao kering di pasaran harus minimal Rp 100 per kg agar bisa sejalan dengan biaya kebutuhan pokok dan kebutuhan lainnya yang semakin mahal. Ia mengkhawatirkan bahwa meskipun panen kakao melimpah, nilai jualnya terlalu rendah akibat penurunan harga di pasar.
Rincian Harga Komoditas
Berikut adalah rincian harga komoditas kakao dan pinang kering di wilayah Kabupaten Aceh Tenggara per hari ini, Selasa (24/2/2026):
- Harga kakao kering: Rp 32.000 per kilogram
- Harga pinang kering: Rp 11.000 per kilogram





