Harga Kopi Gayo Kembali Naik di Aceh Tengah
Harga kopi Gayo tingkat petani di Kabupaten Aceh Tengah kembali mengalami kenaikan, pada hari Minggu (1/3/2026). Kenaikan ini menjadi kabar gembira bagi para petani yang menjadikan kopi sebagai sumber penghasilan utama, terutama menjelang Lebaran Idul Fitri. Para petani berharap tren kenaikan harga ini terus berlanjut agar dapat meningkatkan pendapatan mereka.
Kenaikan harga kopi Gayo telah terjadi sejak dua hari terakhir. Salah seorang petani kopi di Kecamatan Bies, Aceh Tengah, Ara mengungkapkan bahwa harga kopi Gayo jenis gelondong (cherry) saat ini berada di angka Rp 23.000 per bambu, atau setara Rp 230.000 per kaleng. Ia menambahkan bahwa dua hari lalu harga kopi tersebut masih berada di kisaran Rp 20.000 hingga Rp 21.000 per bambu. Artinya, terdapat kenaikan sekitar Rp 2.000 hingga Rp 3.000 per bambu.
Harapan Petani Kopi Gayo
Kenaikan harga kopi Gayo saat ini disambut positif oleh para petani di Aceh Tengah. Mereka berharap tren ini terus berlanjut, sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani yang menjadikan kopi sebagai sumber penghasilan utama terutama menjelang Lebaran Idul Fitri. “Harapannya ya semoga harga kopi terus naik, biar bisa beli baju Lebaran,” ujar Ara.
Harga Kopi Gayo Berbeda-beda
Perlu diketahui, bahwa harga kopi Gayo di setiap wilayah bervariasi yang disebabkan oleh berbagai faktor. Beberapa faktor yang memengaruhi antara lain:
- Sistem penjualan
- Kondisi pasar lokal
- Kualitas
- Jenis kopi
- Dan lainnya
Bahkan, antar toke (pengepul) dalam satu desa pun harga kopi Gayo dapat berbeda-beda. Hal ini membuat para petani harus lebih waspada dalam menjual hasil panen mereka.
Rincian Harga Kopi Gayo
Berikut rincian harga kopi Gayo di Aceh Tengah per hari ini, Sabtu (1/3/2026):
- Harga sebelumnya: Rp 20.000 – Rp 21.000 per bambu
- Harga hari ini: Rp 23.000 per bambu





