Harga minyak dunia melonjak akibat serangan AS-Israel ke Iran

Aa1xlsjc 1
Aa1xlsjc 1

Kenaikan Harga Minyak Dunia Akibat Ketegangan di Timur Tengah

Harga minyak dunia mengalami kenaikan signifikan sebesar 8,88 persen pada Senin (2/3/2026). Harga minyak naik menjadi 82,37 dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp1,3 juta per barel dari sebelumnya 79,34 dolar AS (Rp1,2 juta) per barel. Ini merupakan kenaikan terbesar dalam beberapa bulan terakhir.

Kenaikan ini disebabkan oleh serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Serangan tersebut menyebabkan gangguan pada pasokan minyak karena kapal-kapal tanker yang akan mengirim minyak ke pasar global melalui Selat Hormuz tidak bisa melanjutkan pelayarannya. Kapal-kapal tersebut terkena rudal dari AS-Israel.

Iran Menutup Selat Hormuz untuk Alasan Keamanan

Selat Hormuz merupakan jalur utama perdagangan internasional. Negara-negara Timur Tengah sering menggunakan selat ini untuk mengekspor minyak ke pasar global. Diperkirakan lebih dari 20 persen aktivitas perdagangan minyak dunia terjadi di selat ini.

Saat ini, Iran telah memutuskan untuk menutup Selat Hormuz. Langkah ini diambil karena situasi di selat tersebut dinilai tidak aman. Rudal-rudal AS dan Iran sering mengenai kapal-kapal dagang yang berlayar di sana.

Beberapa negara tetap bersikukuh berlayar di Selat Hormuz untuk mengirim produk ekspor mereka. Namun, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menegaskan bahwa tidak ada negara yang boleh membiarkan kapalnya berlayar di selat tersebut sampai situasi kembali normal.

AS dan Israel Masih Melakukan Serangan terhadap Iran

Saat ini, AS dan Israel masih melakukan serangan terhadap Iran. Perang ini diprediksi akan makin parah karena Jerman, Inggris, dan Prancis dikabarkan akan membantu AS dan Israel untuk melawan Iran.

“Kami telah sepakat untuk bekerja sama dengan AS dan sekutu di kawasan ini (Timur Tengah) untuk mengatasi masalah ini,” bunyi pernyataan bersama Jerman, Inggris, dan Prancis pada Minggu (1/3/2026).

Dalam menghadapi serangan dari AS dan Israel, Iran tidak tinggal diam. Mereka juga membalas serangan kedua negara tersebut melalui serangan udara. Pada Minggu kemarin, misalnya, Iran menghujani Ibu Kota Israel, Tel Aviv, dengan serangan rudal. Serangan tersebut menyebabkan banyak bangunan tempat tinggal warga hancur dan puluhan orang mengalami luka-luka.

Perang Meluas ke Negara-Negara Timur Tengah Lainnya

Perang antara AS, Israel, dan Iran kini telah meluas ke beberapa negara di Timur Tengah. Sebab, Iran mulai melakukan serangan ke Arab Saudi, Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab. Langkah ini dilakukan karena Iran ingin menggempur markas militer AS di negara-negara tadi.

“Operasi ini akan terus berlanjut tanpa henti sampai musuh dikalahkan secara telak. Semua aset AS di seluruh wilayah tersebut dianggap sebagai target yang sah bagi tentara Iran,” bunyi pernyataan resmi IRGC.

Sejauh ini, sudah ada lebih dari 200 korban jiwa akibat serangan AS dan Israel di Iran. Salah satu orang yang dinyatakan tewas adalah pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Khamenei tewas setelah AS dan Israel menyerang kediamannya di Ibu Kota Teheran pada Sabtu (28/2/2026) lalu.

Pos terkait