Harga minyak naik, saham perusahaan migas melonjak

Aa1hiwvu 1
Aa1hiwvu 1

.CO.ID – JAKARTA.

Penguatan harga saham sejumlah perusahaan terkait sektor minyak dan gas (migas) terjadi di tengah meningkatnya sentimen pasar akibat kenaikan harga minyak dan gas dunia. Hal ini dipicu oleh konflik bersenjata antara Israel, Amerika Serikat (AS), dan Iran yang memengaruhi stabilitas pasokan energi global.

Berdasarkan data terbaru, harga minyak dunia jenis West Texas Intermediate (WTI) mengalami kenaikan sebesar 4,10% menjadi US$ 69,77 per barel. Sementara itu, harga minyak Brent melonjak 4,69% ke level US$ 76,29 per barel. Harga gas dunia juga naik sebesar 1,15% menjadi US$ 2,89 per MMBTU.

Di pasar modal, beberapa saham sektor migas mengalami kenaikan signifikan pada awal perdagangan Senin (2/3/2026). Berikut adalah beberapa contohnya:

  • PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC): Saham ini melejit 6,38% ke level Rp 1.835 per saham.
  • PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG): Mengalami kenaikan sebesar 8,81% menjadi Rp 1.915 per saham.
  • PT Rukun Raharja Tbk (RAJA): Harga saham naik 4,44% ke level Rp 4.700 per saham.
  • PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU): Anak usaha dari RAJA ini mengalami kenaikan sebesar 1,39% menjadi Rp 7.300 per saham.
  • PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS): Saham perusahaan yang bergerak di sektor midstream dan downstream gas bumi menguat 1,67% ke level Rp 2.430 per saham.

Selain emiten sektor migas, saham-saham jasa migas juga mengalami lonjakan harga. Beberapa di antaranya adalah:

  • PT Elnusa Tbk (ELSA): Kenaikan sebesar 10,59% menjadi Rp 940 per saham.
  • PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS): Mengalami kenaikan sebesar 11,29% ke level Rp 276 per saham.
  • PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX): Saham ini melesat 12,50% menjadi Rp 234 per saham.

Lonjakan harga saham ini menunjukkan bahwa investor semakin optimis terhadap prospek sektor migas dalam situasi ketidakstabilan geopolitik saat ini. Peningkatan harga minyak dan gas dunia memberikan dorongan positif bagi perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang energi, baik dalam aspek produksi maupun distribusi.

Perlu dicatat bahwa fluktuasi harga saham tidak selalu stabil dan bisa terpengaruh oleh berbagai faktor eksternal seperti perubahan politik, kebijakan pemerintah, atau pergeseran permintaan pasar. Oleh karena itu, investor disarankan untuk tetap memantau perkembangan pasar secara berkala dan melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.

Pos terkait