Perak Kembali Menunjukkan Tren Positif
Harga perak kembali menunjukkan tren positif setelah sebelumnya mengalami penurunan di awal Februari 2026. Berdasarkan data dari Trading Economics, pada hari Minggu pukul 10.20 WIB, harga logam mulia ini mencapai level US$ 82,3 per ons troi. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan saat harga perak sempat anjlok ke posisi US$ 67,2 per ons troi pada 6 Februari 2026.
Sebelumnya, pada akhir bulan Januari 2026, harga perak sempat menyentuh level all time high di angka US$ 116,6 per ons troi. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi fluktuasi, harga perak tetap memiliki potensi untuk naik kembali.
Pengaruh Harga Emas Terhadap Perak
Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyatakan bahwa pergerakan harga perak saat ini masih sangat dipengaruhi oleh tren emas. Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga perak didorong oleh kenaikan harga emas yang dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
“Pergerakan perak boleh dibilang lebih mengekor harga emas yang naik didukung oleh tensi geopolitik di Timur Tengah,” ujar Lukman.
Meski demikian, ia juga memperingatkan bahwa dalam jangka pendek, harga perak masih akan bergerak volatil. Hal ini disebabkan oleh sifat perak sebagai logam industri yang rentan terhadap ketidakpastian ekonomi global.
Volatilitas dan Faktor Ekonomi Global
Menurut Lukman, ketidakpastian ekonomi maupun geopolitik sering kali menekan permintaan industri, sehingga membuat pergerakan harga perak lebih fluktuatif dibanding emas. Meskipun begitu, ia yakin bahwa dalam jangka menengah, tren kenaikan harga perak akan terus berlanjut.
Lonjakan harga perak dalam setahun terakhir terutama didorong oleh permintaan kuat dari industri panel surya, selain faktor lain seperti upaya mengejar ketertinggalan terhadap reli emas.
Lukman menilai bahwa perak masih memiliki potensi kenaikan, meskipun waktu pastinya sulit diprediksi. Ia menyatakan bahwa “timing adalah sesuatu yang susah diprediksi, namun perak berpotensi paling tidak kembali di atas US$ 100.”
Proyeksi Harga Perak Hingga Semester Pertama 2026
Dalam proyeksinya, jika harga emas mampu mencapai US$ 6.000 per ons troi dengan rasio emas-perak ideal di kisaran 1:50, maka harga perak bisa menyentuh US$ 120. Untuk proyeksi hingga semester pertama tahun 2026, Lukman memperkirakan bahwa harga perak akan bergerak dalam kisaran US$ 100–US$ 120 per ons troi.
Faktor Pendukung Kenaikan Harga Perak
Selain faktor geopolitik dan permintaan industri, ada beberapa faktor lain yang turut memengaruhi kenaikan harga perak. Di antaranya adalah adanya sentimen positif terhadap pasar keuangan global dan peningkatan permintaan dari sektor energi terbarukan.
Ketiga faktor tersebut memberikan dasar yang kuat bagi prospek harga perak dalam jangka menengah. Meskipun ada risiko volatilitas, tren kenaikan yang terlihat saat ini menunjukkan bahwa perak tetap menjadi aset yang menarik bagi investor.





