Pergerakan Harga Saham Sektor Emas di Pasar Modal Indonesia
Pada awal perdagangan hari Senin (2/3/2026), harga saham sejumlah perusahaan yang terkait dengan sektor komoditas emas mengalami kenaikan. Kenaikan ini terjadi sejalan dengan peningkatan harga emas dunia, yang dipengaruhi oleh eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah antara Israel dan Amerika Serikat (AS) dengan Iran.
Berdasarkan data dari Bloomberg, pada pukul 09.58 WIB, harga emas spot menguat sebesar 1,28% mencapai level US$ 5.346,52 per ons troi. Penguatan ini turut memengaruhi beberapa saham perusahaan di sektor emas yang mengalami kenaikan harga selama perdagangan intraday hari ini.
Perusahaan yang Mengalami Kenaikan Harga Saham
Berikut adalah beberapa contoh perusahaan yang mengalami kenaikan harga saham:
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): Harga saham naik sebesar 4,37% menjadi Rp 4.540 per saham.
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS): Harga saham meningkat tajam sebesar 7,22% menjadi Rp 1.035 per saham.
- PT Archi Indonesia Tbk (ARCI): Harga saham naik sebesar 3,72% menjadi Rp 1.950 per saham.
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA): Harga saham menguat 2,40% menjadi Rp 3.840 per saham.
- PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS): Harga saham naik 4,20% menjadi Rp 8.675 per saham.
- PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB): Harga saham mengalami kenaikan sebesar 3,67% menjadi Rp 570 per saham.
- PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA): Harga saham naik 1,85% menjadi Rp 3.300 per saham.
Perusahaan yang Mengalami Penurunan Harga Saham
Di sisi lain, tidak semua saham di sektor emas mengalami kenaikan. Beberapa perusahaan justru mengalami penurunan harga saham:
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMNN): Harga saham turun sebesar 0,65% menjadi Rp 7.600 per saham.
Faktor Pendorong Penguatan Harga Saham
Kenaikan harga saham di sektor emas didorong oleh kenaikan harga emas global yang disebabkan oleh ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Kondisi ini menunjukkan bahwa investor cenderung mencari aset yang lebih aman seperti emas dalam situasi ketidakpastian.
Selain itu, kenaikan harga saham juga bisa dipengaruhi oleh kinerja perusahaan-perusahaan tambang yang memiliki potensi pertumbuhan positif dalam jangka panjang. Hal ini membuat investor tertarik untuk membeli saham-saham tersebut.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, kenaikan harga saham sejumlah emiten di sektor emas mencerminkan respons pasar terhadap perubahan kondisi ekonomi dan politik global. Investor perlu terus memantau perkembangan terkini agar dapat mengambil keputusan investasi yang tepat.





