Penutupan Selat Hormuz dan Dampaknya terhadap Harga Bahan Pokok di Banyumas
Penutupan Selat Hormuz oleh Iran, setelah kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel, menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan minyak global. Selat Hormuz merupakan jalur laut strategis yang menjadi penghubung utama distribusi minyak dunia, sehingga penutupannya berpotensi memicu lonjakan harga BBM dan bahan pokok.
Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto, dampak dari penutupan tersebut bisa berdampak pada kenaikan harga BBM di Indonesia. Lebih luas lagi, efek ini juga dapat memengaruhi kenaikan harga sembako masyarakat. Namun, saat ini, di Kabupaten Banyumas, harga kebutuhan bahan pokok atau sembako masih terpantau stabil.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Banyumas, Gatot Eko Purwadi, mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada kenaikan harga sembako akibat faktor BBM. Kenaikan harga beberapa komoditas seperti cabai, bawang merah, telur ayam ras, dan daging ayam ras masih disebabkan oleh imbas libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Belum ada (imbas penutupan Selat Hormuz). Saat ini hanya imbas Nataru, beberapa komoditas masih fluktuatif, naik, turun sedikit, naik lagi,” ujarnya kepada tribunbanyumas.com, Senin (2/3/2026).
Gatot menjelaskan bahwa pihaknya juga memantau harga komoditas yang impor, seperti kedelai, bawang putih, tepung gandum, dan olahan sapi beku. Semua komoditas tersebut masih stabil dan belum ada kenaikan signifikan akibat penutupan Selat Hormuz. Meski demikian, dia tetap melakukan antisipasi dengan melakukan cek lapangan untuk memastikan ketersediaan dan distribusi lancar.
“Kita lihat dua minggu ke depan sebelum lebaran. Kan nanti ada rapat koordinasi, sebelum rakor kami akan mengecek,” jelasnya.
Persiapan Pasar Murah untuk Mengantisipasi Lonjakan Harga
Gatot menambahkan bahwa jika ketersediaan bahan pokok atau sembako mulai mengalami ketidakstabilan, Pemkab Banyumas akan melakukan intervensi melalui pemberian subsidi. Hal ini menjadi antisipasi terhadap lonjakan harga bahan pokok dan sembako menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Kami akan beri subsidi dengan pasar murah. Tetap ada di bulan Ramadan untuk membantu meringankan masyarakat menghadapi kenaikan harga komoditas pangan,” ungkapnya.
Pasar murah ini diharapkan dapat menjadi solusi sementara untuk mengurangi beban masyarakat terhadap kenaikan harga bahan pangan. Pemkab Banyumas terus memantau situasi secara berkala dan siap mengambil langkah-langkah darurat jika diperlukan.





