Harga sembako Banyumas tetap stabil meski Selat Hormuz ditutup Iran

2062014755 1
2062014755 1

Kematian Pemimpin Tertinggi Iran dan Dampaknya pada Pasar Global

Kematian Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel telah memicu kekhawatiran akan penutupan Selat Hormuz. Jalur laut strategis ini menjadi salah satu jalur utama distribusi minyak dunia, sehingga ancaman penutupannya berpotensi melambungkan harga bahan bakar minyak (BBM) dan sembako secara global.

Di tengah situasi ini, pemerintah daerah Kabupaten Banyumas tetap memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar lokal. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), serta Perdagangan Kabupaten Banyumas, Gatot Eko Purwadi, menyatakan bahwa saat ini belum ada gejolak harga yang disebabkan oleh krisis minyak tersebut. Harga sembako masih terpantau stabil meskipun ada fluktuasi kecil akibat sisa imbas libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta persiapan menjelang Ramadan.

Fluktuasi Harga Sembako

Gatot menjelaskan bahwa kenaikan harga beberapa komoditas seperti cabai, bawang merah, telur ayam ras, dan daging ayam ras masih murni karena faktor musiman. “Belum ada (imbas penutupan Selat Hormuz, red). Saat ini hanya imbas Nataru, beberapa komoditas masih fluktuatif, naik, turun sedikit, naik lagi,” ujarnya.

Pihaknya juga memantau ketat pergerakan harga komoditas impor seperti kedelai, bawang putih, tepung gandum, dan olahan daging sapi beku. Sampai saat ini, stok komoditas tersebut terpantau stabil tanpa adanya lonjakan harga yang signifikan akibat dampak penutupan Selat Hormuz. Namun, pihaknya tetap melakukan langkah antisipasi dengan rutin melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan rantai distribusi berjalan lancar.

Persiapan Operasi Pasar Murah

Jika ketersediaan bahan pokok atau sembako mulai masuk status rawan, pemerintah daerah akan segera mengambil tindakan taktis. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah intervensi pasar melalui pemberian subsidi harga secara langsung. Hal ini bertujuan untuk menekan lonjakan harga bahan pokok dan sembako menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Kami akan beri subsidi dengan pasar murah. Tetap ada di bulan Ramadan untuk membantu meringankan masyarakat menghadapi kenaikan harga komoditas pangan,” ungkap Gatot.

Langkah Antisipasi Jelang Ramadan

Gatot juga menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan rapat koordinasi sebelum Lebaran. Sebelum rapat tersebut, tim akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk memastikan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi.

Beberapa langkah antisipasi lainnya juga sedang dipersiapkan, termasuk pengawasan terhadap harga dan ketersediaan barang di pasar tradisional maupun modern. Dengan langkah-langkah ini, pemerintah daerah berharap dapat menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Banyumas.


Pos terkait