Hari Bahasa Ibu 2026: BI Kalbar Dorong Pemuda Kembangkan Ekonomi Nasional

X. Img 20240903 Wa0155 Scaled 1
X. Img 20240903 Wa0155 Scaled 1

Peran Generasi Muda dalam Pendidikan Multibahasa

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Barat, Doni Septadijaya, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional 2026. Ia berharap kolaborasi yang terjalin dapat terus diperkuat, khususnya dalam mendorong peran generasi muda. Kegiatan ini digelar oleh Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat bekerja sama dengan Kantor Perwakilan BI Kalbar di Aula Kantor Perwakilan BI Kalbar, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Pontianak Tenggara, pada Sabtu, 21 Februari 2026.

Tema “Peran Generasi Muda dalam Membentuk Pendidikan Multibahasa” menurut Doni sangat relevan dalam upaya membangun sumber daya manusia yang terampil dan berdaya saing. Ia menjelaskan bahwa bahasa merupakan keterampilan penting dalam kehidupan sehari-hari yang tidak dapat dikuasai secara instan. Keterampilan hanya bisa terbentuk melalui proses yang berkelanjutan dan disiplin.

“Bahasa itu sepenting bagaimana kita hidup keseharian. Karena bahasa adalah keterampilan. Keterampilan itu bukan sesuatu yang instan, tapi bisa dicapai kalau kita punya kedisiplinan untuk melakukannya secara terus-menerus,” katanya.

Doni juga mengingatkan bahwa sepuluh tahun ke depan merupakan masa krusial bagi Indonesia dalam menentukan langkah menuju negara maju pada 2045. Dengan komposisi demografi usia produktif yang besar, generasi muda diharapkan mampu menjadi angkatan kerja yang produktif dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Nah ini momen penting. Kalau angkatan kerja kita tidak produktif dan tidak menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi, kita bisa terperangkap dalam middle income trap. Supaya bisa lolos, tahun 2045 bangsa ini harus menjadi bangsa maju,” tegasnya.

Menurut Doni, target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen hingga akhir masa pemerintahan Presiden Prabowo perlu didukung oleh peningkatan kualitas sumber daya manusia, bahkan setelah 2029 pertumbuhan ekonomi perlu digenjot hingga di atas 10 persen.

“Peran pemuda saat ini adalah bagaimana mereka menjadi generasi yang tangguh untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kita agar lebih maju lagi. Kalau tidak, kita bisa tertinggal,” ucapnya.

Meski kegiatan tersebut berada dalam ranah bahasa dan sastra, Doni menilai penguatan bahasa ibu memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang adaptif, berbudaya, dan inovatif. Ia berharap peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan.

“Kami berharap peringatan ini tidak hanya seremoni, tetapi menjadi gerakan bersama yang terus dilakukan. Bahasa ibu harus menjadi kebanggaan kita dan mendorong pendidikan yang menghargai keberagaman bahasa, sekaligus memanfaatkan peran generasi muda sebagai pelopor, pelestari budaya, dan penggerak inovasi,” pungkasnya.

Pentingnya Pendidikan Multibahasa

Pendidikan multibahasa memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan global. Dengan kemampuan berbahasa yang beragam, generasi muda dapat lebih mudah berkomunikasi dan beradaptasi dalam lingkungan yang berbeda. Hal ini juga meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas.

Beberapa manfaat dari pendidikan multibahasa antara lain:

  • Meningkatkan kemampuan komunikasi dan interaksi sosial.
  • Mengembangkan pemahaman budaya yang lebih luas.
  • Meningkatkan kemampuan akademis dan kognitif.
  • Memperluas peluang karier dan kesempatan belajar di luar negeri.

Dalam konteks pendidikan, pendekatan multibahasa dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan dinamis. Dengan memadukan bahasa daerah dan bahasa nasional, siswa dapat merasa lebih nyaman dan percaya diri dalam belajar.

Tantangan dan Peluang

Meskipun pendidikan multibahasa menawarkan banyak manfaat, ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi. Salah satunya adalah kurangnya sumber daya dan fasilitas yang memadai. Selain itu, adanya stigma bahwa bahasa daerah tidak sevaluable dengan bahasa nasional juga menjadi hambatan.

Namun, tantangan ini justru menjadi peluang untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keberagaman bahasa. Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat, pendidikan multibahasa dapat dikembangkan secara lebih efektif.

Kesimpulan

Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional 2026 menjadi momentum penting untuk menegaskan peran generasi muda dalam membangun pendidikan multibahasa. Dengan pendidikan yang inklusif dan beragam, generasi muda dapat menjadi agen perubahan yang mampu menghadapi tantangan global.

Pos terkait