Haru di Pemakaman Ketum Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah

Selebrasi Persib Saat Lawan Malut United Liga 1 2024
Selebrasi Persib Saat Lawan Malut United Liga 1 2024

Kehadiran Ribuan Santri dalam Pemakaman Margaret Aliyatul Maimunah

Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menjadi pusat perhatian setelah kepergian salah satu tokoh penting di bidang perlindungan anak dan organisasi NU. Margaret Aliyatul Maimunah, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama masa khidmah 2022-2027, wafat pada hari Minggu (1/3/2026) pukul 08.25 WIB setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta.

Pemakaman almarhumah berlangsung dengan penuh kesedihan dan antusiasme dari ribuan santri serta masyarakat sekitar. Prosesi pemakaman ini digelar di kompleks Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar, Jombang, yang merupakan tempat tinggal almarhumah selama beberapa tahun terakhir.

Suasana Duka di Lingkungan Ponpes Mambaul Ma’arif

Sejak sore hari, kediaman almarhumah di lingkungan Pondok Pesantren Al-Bishri, Mambaul Ma’arif, dipenuhi oleh para peziarah yang datang silih berganti untuk memberikan penghormatan terakhir. Banyak dari mereka adalah santri dan tokoh masyarakat setempat yang merasa kehilangan sosok yang sangat dihormati.

Bendera putih terpasang di gerbang rumah duka, sementara puluhan karangan bunga dari berbagai pejabat nasional menghiasi area sekitar. Hal ini menunjukkan betapa besar pengaruh dan kepedulian almarhumah terhadap masyarakat luas.

Iring-iringan ambulans yang membawa jenazah tiba sekitar pukul 23.00 WIB dan langsung memasuki halaman rumah duka. Setelah prosesi singkat bersama keluarga, jenazah diberangkatkan menuju kompleks pemakaman Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif. Ribuan santri dan masyarakat mengantar perjalanan terakhir almarhumah. Keranda digotong bergantian oleh para pelayat, diiringi lantunan tahlil yang menggema sepanjang perjalanan dari rumah duka hingga area pemakaman.

Salat Jenazah di Masjid Jami

Sebelum dimakamkan, jenazah terlebih dahulu disalatkan di Masjid Jami Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif. Salat jenazah dipimpin oleh KH Marzuki Musta’mar dan diikuti oleh para santri, tokoh ulama, serta masyarakat yang memadati masjid. Sejumlah pejabat turut hadir dalam prosesi pemakaman, di antaranya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Jombang Warsubi.

Setelah prosesi salat jenazah, almarhumah dimakamkan di kompleks pemakaman pondok pesantren, berdampingan dengan para masayikh Mambaul Ma’arif. Prosesi ini menunjukkan penghormatan yang tinggi terhadap almarhumah sebagai tokoh yang memiliki kontribusi besar bagi dunia pendidikan dan keagamaan.

Perawatan Selama Hampir Dua Pekan

Kakak kandung almarhumah, KH Sholahudin Abdurahman, menyampaikan bahwa sebelum wafat, Margaret sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta, selama hampir dua pekan. “Kurang lebih 12 sampai 13 hari dirawat di rumah sakit dan sempat berada di ICU,” ucapnya di sela persiapan prosesi pemakaman.

Ia menambahkan, almarhumah mengembuskan napas terakhir pada pukul 08.25 WIB, Minggu pagi. Pihak keluarga berharap seluruh masyarakat, khususnya warga Nahdlatul Ulama, berkenan mendoakan almarhumah agar segala amal ibadahnya diterima dan diampuni Allah SWT.

“Kepada seluruh pentakziah dan seluruh kaum Nahdliyyin dan seluruh umat Mohon doanya kepada adik saya tercinta Mudah-mudahan seluruh umat ibadannya diterima doa dan diampuni oleh Allah SWI dan ditempatkan di posisi terbaik di sisi Allah SWT,” pungkasnya.


Pos terkait