Panduan Praktis Salat Tarawih Secara Sendiri di Rumah
Apakah kamu pernah pulang kerja sudah larut malam atau tubuh terasa terlalu lelah untuk menembus keramaian masjid hingga sulit melakukan salat Tarawih di masjid? Jangan khawatir, kamu tetap bisa meraih pahala Qiyamul Lail dengan melaksanakan salat Tarawih sendirian (munfarid) di rumah atau kamar kos. Salat Tarawih hukumnya sunnah muakkad, dan meski berjamaah lebih utama, melakukannya sendiri pun tetap sah dan bernilai pahala besar.
Berikut panduan praktis salat Tarawih agar ibadahmu di bulan Ramadhan tetap terjaga di tengah kesibukan!
1. Bacaan Niat Salat Tarawih Sendiri (Munfarid)
Saat melakukan salat sendiri, kamu tidak perlu menyertakan kata “makmuman” atau “imaman”. Cukup niatkan untuk dirimu sendiri:
Ushalli sunnatat Tarawiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat shalat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”
2. Berapa Rakaat yang Harus Dikerjakan?
Sama seperti salat Tarawih berjamaah, kamu memiliki dua pilihan fleksibel:
- 8 Rakaat: Dikerjakan dengan 4 kali salam (2 rakaat + 2 rakaat + 2 rakaat + 2 rakaat).
- 20 Rakaat: Dikerjakan dengan 10 kali salam.
Setelah menyelesaikan jumlah rakaat yang dipilih, jangan lupa tutup dengan Salat Witir (biasanya 3 rakaat) sebagai pengganjil ibadah malammu.
3. Tata Cara yang Mudah Dipahami
Tata cara salat Tarawih sendiri sama persis dengan salat sunnah lainnya (seperti salat Dhuha atau Qabliyah). Bedanya hanya pada niat dan waktu pengerjaannya (setelah salat Isya).
- Niat dan takbiratul ihram.
- Membaca Al-Fatihah dan surat pendek. Karena sendiri, kamu bebas memilih surat yang paling kamu hafal. Tidak perlu terburu-buru, nikmati setiap bacaannya.
- Rukuk hingga sujud, lakukan dengan tuma’ninah (tenang/tidak tergesa-gesa).
- Salam.
- Ulangi hingga mencapai jumlah rakaat yang diinginkan.
- Di sela-sela setiap 2 rakaat, kamu bisa membaca selawat atau zikir pendek untuk menjaga suasana hati tetap tenang.
Tips Tambahan untuk Menjaga Ibadah di Bulan Ramadhan
Bulan Ramadhan bukanlah tentang seberapa ramai kamu terlihat beribadah, tetapi tentang seberapa konsisten kamu menjaga hubungan dengan Sang Pencipta. Meski hanya di sudut kamar kos dengan sajadah sederhana, salat Tarawihmu tetap menjadi saksi perjuanganmu di bulan suci ini.
Jangan biarkan lelah menghapus berkah. Selamat beristirahat sambil tetap menjalankan ibadah Ramadhan!





