Rupiah Menguat di Akhir Perdagangan
Nilai tukar rupiah mengalami penguatan pada akhir perdagangan, Jumat (20/2/2026). Berdasarkan data yang dirilis oleh Bloomberg, rupiah menguat ke level Rp16.888 per dolar AS. Mata uang Garuda tercatat mengalami apresiasi sebesar 6 poin atau 0,04 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan Mata Uang di Asia
Mata uang di kawasan Asia cenderung bergerak variatif sore ini. Beberapa mata uang utama mengalami perubahan sebagai berikut:
- Bath Thailand melemah sebesar 0,10 persen
- Ringgit Malaysia menguat sebesar 0,12 persen
- Yuan China melemah sebesar 0,05 persen
- Rupee India melemah sebesar 0,33 persen
- Pesso Filipina melemah sebesar 0,26 persen
- Won Korea menguat sebesar 0,09 persen
Selain itu, rupiah sempat dibuka dengan kondisi lesu ke tingkat Rp16.897 per dolar AS. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang memengaruhi pergerakan nilai tukar.
Potensi Penguatan Dolar AS
Pengamat pasar uang Lukman Leong menyampaikan bahwa indeks dolar AS masih memiliki potensi untuk menguat. Kondisi ini dapat berdampak pada pergerakan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
“Kenaikan indeks dolar AS dipengaruhi oleh data-data ekonomi yang lebih kuat dan pernyataan hawkish dari pejabat Federal Reserve (Fed) yang mendorong penguatan dolar,” ujarnya.
Kesepakatan Tarif Dagang Indonesia-AS
Sementara itu, pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menyoroti bahwa penguatan rupiah juga didukung oleh hasil kesepakatan antara pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat terkait dokumen perjanjian perdagangan resiprokal bertajuk “Implementation of the Agreement toward New Golden Age US-Indonesia Alliance”.
Perjanjian ini ditandatangani langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump. Dalam perjanjian tersebut, terdapat sejumlah komitmen kerja sama antara kedua negara yang mencakup 11 nota kesepahaman (MoU), pembentukan dewan ekonomi permanen, penurunan tarif ribuan pos produk, serta komitmen pembelian energi dan pesawat.
Perjanjian ini akan menjadi tonggak bersejarah dalam kemitraan RI-AS, yang diharapkan dapat memperkuat keamanan ekonomi, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta secara berkelanjutan berkontribusi terhadap kemakmuran global. Lebih lanjut, Prabowo dan Trump telah menginstruksikan jajaran menteri untuk segera menurunkan kesepakatan tersebut ke dalam kebijakan teknis dan regulasi pendukung agar implementasinya berdampak nyata terhadap perekonomian.
BI Akui Rupiah Bergerak di Bawah Nilai Fundamentalnya
Bank Indonesia (BI) mengakui bahwa rupiah bergerak di bawah nilai fundamentalnya. Alasan utamanya adalah adanya tekanan dari kondisi pasar internasional dan kebijakan moneter yang sedang dijalankan. BI berkomitmen untuk terus memantau dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.





