Hasil Pertandingan AC Milan vs Cremonese
AC Milan berhasil meraih kemenangan dramatis dengan skor 2-0 di kandang Cremonese dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Giovanni Zini pada Minggu (1/3/2026). Kemenangan ini menjadi tiga poin penting bagi tim asuhan Massimiliano Allegri setelah sebelumnya mengalami dua kekalahan dan satu hasil imbang dalam tiga laga terakhir.
Pertandingan ini berjalan cukup ketat, dengan kiper Cremonese, Emil Audero Mulyadi, tampil apik sepanjang laga. Ia melakukan empat kali penyelamatan yang memastikan gawangnya tetap aman hingga menit akhir. Namun, pada akhir pertandingan, gawang yang dijaganya justru kebobolan dua gol yang membuat AC Milan unggul 2-0.
Gol Dramatis di Akhir Laga
Gol pertama Milan tercipta pada menit ke-89 melalui sundulan Strahinja Pavlovic. Umpan matang dari situasi sepak pojok yang diberikan oleh Luka Modric langsung disambut oleh Pavlovic, yang mampu membobol gawang Audero.
Empat menit kemudian, atau sebelum wasit mengakhiri laga, Rafael Leao mencetak gol kedua untuk Milan. Gol ini tercipta setelah serangan balik cepat yang dimulai dari Christopher Nkunku. Umpan terukur dari Nkunku langsung diambil oleh Leao, yang dengan tenang menyelesaikan peluang tersebut.
Kemenangan ini memberi Milan poin tambahan sehingga total poin mereka kini mencapai 57. Meski begitu, mereka masih tertinggal 10 poin dari Inter Milan yang berada di puncak klasemen.
Performa Kiper Cremonese
Meskipun kalah, Emil Audero Mulyadi tampil cukup mengesankan sepanjang laga. Ia melakukan beberapa penyelamatan krusial yang menghalau ancaman dari para pemain Milan. Salah satu momen terpenting terjadi di babak pertama ketika ia melakukan penyelamatan akrobatik yang membuat pelatih Milan terlihat tak percaya.
Di sisi lain, Mike Maignan, kiper Milan, juga tampil baik dengan menghalau beberapa ancaman dari Cremonese. Di babak kedua, Milan semakin dominan dalam penguasaan bola, namun kiper Cremonese tetap tangguh dalam menjaga gawangnya.
Peta Klasemen Setelah Pertandingan
Setelah pertandingan ini, Cremonese tetap berada di posisi 17 dengan 24 poin. Mereka hanya lima kali meraih kemenangan dan sudah 13 kali kalah dari 27 laga. Tim ini rawan degradasi jika tidak segera bangkit.
Sementara itu, Milan kini memiliki 57 poin, meskipun masih tertinggal dari Inter Milan. Dengan 10 laga tersisa, kesempatan untuk bangkit masih terbuka. Mereka hanya berjarak tiga poin dari tim peringkat 14 dan enam poin dari peringkat 13.
Highlight Pertandingan
Sejak babak pertama, AC Milan langsung menciptakan beberapa kans emas. Peluang pertama datang dari Rafael Leao yang menerima umpan terobosan Youssouf Fofana. Namun tembakannya melebar, membuat pelatih terlihat tak percaya.
Christian Pulisic dan Adrien Rabiot juga nyaris mencetak gol, sementara Fofana memaksa Audero melakukan penyelamatan akrobatik di akhir babak pertama. Di sisi lain, Cremonese mengancam lewat Jamie Vardy dan Federico Bonazzoli, namun Maignan sigap menjaga gawangnya.
Memasuki babak kedua, Milan semakin dominan dalam penguasaan bola. Leao kembali memperoleh beberapa peluang, namun Audero tampil konsisten menghalau ancaman. Cremonese sempat menggetarkan pertahanan Milan, termasuk sundulan Luperto yang ditepis luar biasa oleh Maignan.
VAR sempat menjadi sorotan ketika wasit meninjau potensi penalti dan insiden di kotak terlarang, namun keputusan akhir tak mengubah kedudukan.

Puncak drama terjadi di menit ke-90. Dari skema sepak pojok, Luka Modric mengirim umpan matang yang disambut sundulan Strahinja Pavlovic ke sudut kanan atas gawang. Gol tersebut sempat ditinjau VAR karena dugaan handball dalam prosesnya. Setelah pengecekan, gol dinyatakan sah dan Milan unggul 1-0.
Empat menit tambahan waktu, saat Cremonese berusaha untuk membalas justru menjadi boomerang bagi mereka. Milan melakukan serangan balik cepat. Christopher Nkunku berlari dan dalam posisi satu lawan dua ia memberi umpan kepada Leao. Penyerang asal Portugal ini akhirnya tak menyia-nyiakan peluang matang. Dengan tenang ia membuat Milan menang 0-2.
Milan pun menutup laga dengan kemenangan dramatis yang lahir dari kesabaran, tekanan konsisten, serta momen krusial yang akhirnya berpihak kepada mereka.





