Perdebatan Buka Puasa: Air Es atau Air Hangat yang Lebih Baik?
Setiap bulan puasa, muncul pertanyaan yang sering menjadi perdebatan di kalangan masyarakat. Pertanyaan tersebut adalah apakah lebih baik membuka puasa dengan air es atau air hangat. Banyak orang berpendapat bahwa minum air dingin saat perut kosong bisa menyebabkan perut kembung, sementara sebagian lainnya merasa lebih nyaman jika kerongkongan yang kering sepanjang hari diguyur dengan es teh manis atau es sirup.
Menjawab perdebatan ini, dr. Tirta Mandira Hudhi, seorang influencer kesehatan dan dokter, memberikan penjelasan medis yang menarik. Dalam sesi tanya jawabnya, ia menjelaskan bahwa perut kembung bukan disebabkan oleh suhu air, melainkan oleh volume cairan yang masuk ke dalam perut.
“Perut kembung itu karena kebanyakan cairan. Bukan karena kebanyakan air dingin. Air panas juga kembung, air biasa juga kembung,” ujarnya dalam tayangan YouTube Tirta PengPengPeng.
Selain itu, dr. Tirta memberikan peringatan tentang bahaya minum air dingin langsung saat perut kosong. Hal ini dapat memicu kondisi yang dikenal sebagai brain freeze, yaitu rasa sakit di kepala akibat konsumsi minuman dingin.
“Air dingin itu kalau diminum saat perut kosong akan rentan meningkatkan risiko brain freeze yang nyeri sampai kepala itu loh. Air biasa aja. Karena nggak semua orang itu kuat,” jelasnya.
Meskipun minum air dingin tidak sepenuhnya salah dari sudut pandang medis, dr. Tirta menegaskan bahwa air hangat memiliki keistimewaan tersendiri, terutama untuk organ pencernaan yang telah beristirahat selama beberapa jam.
“Saat kita berpuasa itu kan tidak ada satupun makanan ataupun minuman yang masuk melalui kerongkongan. Nah, ketika kita minum air hangat, itu akan membuat sensasi comfort, nyaman di kerongkongan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa air hangat dapat memicu efek vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah) di sekitar kerongkongan, sehingga tubuh terasa lebih rileks. Selain itu, air hangat juga mampu membantu membunuh kuman.
“Bukan air panas. Kalau air panas itu bukan hanya mikroorganisme, cangkammu (mulutmu) juga melepuh. Jadi air hangat saja, mau teh hangat boleh, air mineral hangat juga boleh,” tambahnya.
Tips Buka Puasa yang Sehat
Lantas, bagaimana takaran air yang tepat agar buka puasa tetap sehat, tubuh terhidrasi, tapi tidak menyebabkan perut kembung? dr. Tirta memberikan resep sederhana yang bisa langsung diterapkan.
“Jadi ketika ada berbuka, minum satu gelas 330 ml ditambah dengan kurma itu cukup menurut saya, tiga butir,” pungkasnya.
Dengan mengikuti tips ini, Anda dapat memastikan bahwa tubuh tetap terhidrasi dengan baik tanpa mengganggu kenyamanan pencernaan. Pemilihan jenis air dan jumlahnya sangat penting dalam menjaga kesehatan selama bulan puasa.




