Hidup Tanpa Istri dan Anak di Bulan Ramadan, Ini Curhatan Insanul Fahmi

Aa1rivdz 1
Aa1rivdz 1



Di tengah bulan Ramadan yang penuh makna, Insanul Fahmi, seorang pengusaha muda, menghadapi perayaan puasa dengan cara yang berbeda dari biasanya. Bulan suci ini menjadi pertama kalinya ia menjalani Ramadan tanpa kehadiran istri tercinta, Wardatina Mawa, dan buah hati mereka.

Menyadari bahwa situasi ini tidak mudah, Insanul Fahmi mengungkapkan bagaimana ia menjalani hari-hari puasa tanpa keluarga. “Ya sudah jalanin saja sih, sahur ya sahur,” ujarnya saat ditemui di kawasan Jakarta Barat. Meski mengakui adanya rasa rindu, ia memilih untuk tidak terlalu larut dalam perasaan tersebut.

“Keinget pasti ada, kangen pasti ada, cuma ya mau gimana lagi. Kadang-kadang terlalu dipikirin juga jadi stres, jadi (enggak) bagus. Jadi aku lebih fokus pada hal-hal lain, seperti bagaimana cara aku bisa mendistribusikan kue-kue takjil, atau bagaimana cara aku bisa membantu orang-orang yang menjual takjil nanti,” tambahnya.

Selain itu, Insanul Fahmi juga memilih untuk memperbaiki diri dan melakukan introspeksi selama Ramadan. Ia merasa bahwa waktu sendiri memberinya kesempatan untuk lebih fokus pada diri sendiri.

“Lebih banyak perbaikan diri sih, fokusnya kayak karena lebih banyak waktu sendiri, aku lebih banyak kayak introspeksi diri saja,” ucapnya.

Tidak hanya itu, ia juga ingin lebih rajin beribadah selama bulan puasa. “Banyak baca Quran saja, salat, banyak dzikir kan puasa kangen sama Allah juga,” katanya.

Sebagai informasi, hubungan rumah tangga Insanul Fahmi dan Wardatina Mawa mulai retak setelah isu perselingkuhan yang melibatkan Inara Rusli. Akibatnya, Wardatina Mawa melaporkan kedua belah pihak ke Polda Metro Jaya atas dugaan perselingkuhan dan perzinahan.

Beberapa waktu kemudian, Insanul Fahmi dan Inara Rusli akhirnya mengakui bahwa mereka telah menikah secara siri. Hal ini menambah kompleksitas situasi yang dihadapi oleh Insanul Fahmi selama Ramadan tahun ini.

Meski begitu, ia tetap berusaha untuk menjalani bulan puasa dengan penuh ketenangan dan kesadaran akan pentingnya ibadah. Dengan fokus pada perbaikan diri dan kebersihan hati, Insanul Fahmi berharap dapat menjalani Ramadan dengan penuh makna dan keberkahan.

Pos terkait