Hormati Peran Guru, Alumni SMPN 2 Lampur Angkatan 2000 Kumpul di Bulan Ramadhan

Img 20220605 Wa0002 1
Img 20220605 Wa0002 1

Perayaan Buka Puasa Bersama Alumni SMPN 2 Lampur

Di tengah suasana Ramadan yang penuh makna, para alumni SMP Negeri 2 Lampur angkatan 2000 menggelar acara buka puasa bersama di DM 27 Coffee Shop, Kota Pangkalpinang, pada Minggu (1/3/2026). Acara ini tidak hanya sekadar momen untuk berbagi makanan, tetapi juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antara sesama alumni dan guru.

Acara yang dihadiri oleh total 64 orang ini mencerminkan kekompakan dan semangat para alumni yang berasal dari berbagai daerah. Di antara peserta hadir enam orang guru yang bahkan datang dari Kecamatan Jebus hingga Belinyu. Keberadaan mereka menambah kehangatan dalam pertemuan tersebut, karena mereka adalah sosok yang pernah memberikan ilmu pengetahuan kepada para muridnya.

Salah satu guru yang hadir, Hamzir, tampak sangat senang dan tak henti tersenyum selama acara berlangsung. Dalam obrolannya dengan para alumni, ia sering memicu gelak tawa, yang menunjukkan keakraban yang terjalin sejak lama.

“Syukur alhamdulillah mereka punya kreativitas untuk berkumpul dan punya ide demi menambah silaturahmi. Dalam agama, silaturahmi itu membentuk dan memudahkan kesehatan kita,” ujar Hamzir. Ia merasa bangga melihat para muridnya yang dulunya setiap hari bertemu di kelas, kini telah sukses dalam berbagai bidang pekerjaan.

Hamzir menambahkan bahwa dirinya berharap generasi-generasi berikutnya bisa mengikuti jejak para alumni ini. “Sangat bangga sekali mereka sudah ‘menjadi orang’ dengan berbagai macam profesi. Harapannya mungkin bisa juga diikuti generasi-generasi berikutnya, angkatan-angkatan berikutnya,” tuturnya.

Selain itu, Ketua OSIS SMPN 2 Lampur angkatan 2000, Zaitun, menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar dengan mengangkat tema Ramadan Bersama Guru, Mengulang Memori Merajut Silaturahmi. Menurutnya, acara ini menjadi momen penting bagi para alumni sebagai wadah silaturahmi, baik sesama alumni maupun dengan para guru.

“Ini menjadi momen bagi kami sebagai wadah silaturahmi, baik sesama alumni maupun dengan para guru. Artinya, ini sebagai bentuk rasa hormat dan terima kasih kami kepada guru-guru yang memang sudah berjasa kepada kami,” ucap Zaitun.

Sementara itu, salah satu penggagas kegiatan, Mashur Samsuri, berkomitmen untuk menjadikan acara silaturahmi antara alumni dan guru sebagai agenda tahunan. Ia menyatakan bahwa acara ini merupakan bentuk rasa hormat kepada guru, karena tanpa bimbingan mereka, para alumni tidak akan bisa menjadi seperti saat ini.

“Ini rasa hormat kami kepada guru karena berkat mereka, kami murid-murid bisa menjadi seperti saat ini. Dalam kegiatan ini juga kami memberikan tali kasih kepada para guru, karena jasa mereka yang sangat besar bagi kehidupan kami,” ungkap Mashur Samsuri.

Tantangan dan Peluang Masa Depan

Meski acara ini berjalan lancar, ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh para alumni dalam menjaga komunikasi dan keterlibatan aktif dengan guru-guru. Salah satunya adalah kesulitan dalam mengatur waktu bagi guru-guru yang sibuk dengan tugas masing-masing. Namun, hal ini tidak mengurangi antusiasme para alumni untuk terus berupaya memperkuat hubungan dengan para mentor mereka.

Beberapa langkah strategis juga direncanakan untuk meningkatkan partisipasi dan keterlibatan guru dalam acara-acara serupa di masa depan. Misalnya, dengan membuat jadwal rutin atau mengadakan acara yang lebih spesifik sesuai dengan minat dan kebutuhan para alumni dan guru.

Dengan adanya acara seperti ini, diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi kelompok-kelompok lain yang ingin membangun hubungan yang lebih erat antara alumni dan pendidik. Selain itu, acara ini juga menjadi pengingat bahwa silaturahmi tidak hanya sekadar ritual, tetapi juga bagian penting dari nilai-nilai kehidupan yang harus dijaga.


Pos terkait