Hujan dan Angin Menghancurkan Rumah Warga Sangeh Badung

Warga
Warga

Peristiwa Pohon Mangga Tumbang di Abiansemal, Rumah Warga Rusak Parah

Pada dini hari Minggu 1 Maret 2026, wilayah Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung diguyur hujan lebat disertai angin kencang. Kejadian ini menyebabkan pohon mangga tumbang dan menimpa rumah warga di lingkungan Banjar Batu Sari, Desa Sangeh. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun rumah milik I Wayan Wadi Darma Putra mengalami kerusakan parah.

Menurut informasi yang diperoleh, kejadian tersebut baru dilaporkan pada pukul 07.30 Wita ke BPBD Badung oleh dari Kelian Dinas setempat. Namun, kejadian sebenarnya terjadi sekitar pukul 02.30 Wita, saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut disertai angin kencang. Saat itu, pemilik rumah sedang tidur dan tidak mengetahui bahwa pohon mangga tumbang hingga menimpa bangunan rumahnya.

Pemilik rumah I Wayan Wadi Darma Putra yang beralamat di Banjar Mulukbabi, Sangeh tersebut kaget dan langsung keluar bersama keluarganya. Diketahui, bangunan rumah yang rusak meliputi dapur berukuran 6×5 meter, kamar tidur berukuran 9×5 meter, serta kamar mandi berukuran 5×3 meter. Atap masing-masing bangunan roboh dan mengalami kerusakan cukup parah.

Mendapat laporan tersebut, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Badung Pos Puspem yang terdiri dari I B Eko Setiawan, I B Pt Aditya, Nyoman Saputra, dan Ade Riandika segera meluncur ke lokasi. Tim tiba sekitar pukul 08.00 Wita dan melakukan asesmen serta pembersihan material pohon dengan waktu penanganan kurang lebih satu jam. Perangkat desa dan pemilik rumah turut membantu proses evakuasi dan pembersihan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Badung, I Ketut Murdika menyampaikan bahwa kejadian tersebut murni dipicu faktor cuaca ekstrem. Bahkan akibat kejadian itu diperkirakan kerugian material ditaksir mencapai kurang lebih Rp 50 juta. “Curah hujan cukup tinggi disertai angin kencang menjadi pemicu utama tumbangnya pohon. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerusakan bangunan cukup signifikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, BPBD akan terus melakukan pemantauan kondisi cuaca serta kesiapsiagaan personel di lapangan. Bahkan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap pohon-pohon besar yang berada di sekitar rumah. “Saat musim hujan seperti sekarang, kami minta warga melakukan pemangkasan ranting atau penebangan pohon yang berpotensi membahayakan. Langkah mitigasi dini sangat penting untuk meminimalisir risiko,” tegasnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa saat ini, kebutuhan mendesak korban adalah terpal untuk menutup bagian atap yang bocor guna mengantisipasi hujan susulan. BPBD bersama perangkat desa setempat masih melakukan pendataan lanjutan terkait dampak kerusakan akibat kejadian tersebut.

Sementara Camat Abiansemal, Ida Bagus Putu Mas Arimbawa menyatakan, dirinya juga telah menyambangi lokasi kejadian untuk melakukan pemantauan. Ia pun mengaku, kondisi rumah warga yang tertimpa pohon tumbang mengalami kerusakan yang cukup parah. Meski rumah mengalami kerusakan, pihaknya menerangkan, warga tersebut masih bertahan di lokasi. Hanya saja Tim BPBD Badung disebutkan telah mempersiapkan tenda untuk mengganti genteng yang rusak sebagai atap tempat tinggal. Meski demikian pengerjaan perbaikan rumah tersebut akan segera dilakukan.

“Mereka tetap tinggal di rumah itu, karena memang masih ada kamar yang tersedia, walaupun bangunan itu sedikit kena (tertimpa pohon tumbang). Astungkara teman-teman di BPBD sudah menyiapkan dua tenda yang ukurannya lumayan. Tenda digunakan untuk mengganti gentengnya sementara waktu,” imbuhnya.


Pos terkait