Presiden dan Wakil Presiden Hadiri Pemakaman Mantan Wakil Presiden ke-6
Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hadir dalam prosesi pemakaman mantan Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno, yang digelar di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, pada Senin (2/3). Prosesi pemakaman berlangsung secara militer dengan dipimpin oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Prabowo terlihat mengenakan setelan jas berwarna hitam dengan kemeja putih dan dasi biru. Pakaian serupa juga dikenakan oleh Gibran saat menghadiri upacara tersebut. Saat prosesi berlangsung, Prabowo tampak tidak kuasa menahan air mata di tengah rintik hujan. Para keluarga almarhum juga terlihat sedih saat menaburkan bunga di atas pusara mantan Panglima ABRI tersebut.
Sejumlah pejabat negara turut hadir dalam pemakaman ini. Di antaranya adalah Menteri Koordinator Bidang Hukum dan HAM, Imipas Yusril Ihza Mahendra; Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya; Wakil Presiden ke-10 dan 12, Jusuf Kalla; Menteri Agama, Nasaruddin Umar; serta Menteri Kebudayaan, Fadli Zon.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama Nasaruddin Umar memimpin doa usai prosesi pemakaman. Menurutnya, almarhum meninggal dalam kondisi sehat selama bulan suci Ramadhan.
“Ya Allah, pada hari mulia hari Senin ini, pada bulan suci Ramadhan yang istimewa ini, engkau menjumput salah satu putra terbaik kami. Engkau lebih mencintai dia daripada kami semuanya,” ucap Nasaruddin dalam doanya.
Ia menegaskan bahwa almarhum Try Sutrisno merupakan sosok yang baik dan telah berkontribusi besar bagi bangsa dan negara.
“Oleh karena itu, kami memohon kepada-Mu, ya Allah, terimalah apa adanya, hamba semuanya menjadi saksi, bahwa almarhum itu adalah baik,” tegasnya.
Profil Singkat Try Sutrisno
Try Sutrisno menjabat sebagai Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia dari periode 1993 hingga 1998, mendampingi Presiden Soeharto. Ia lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 15 November 1935. Sebagai salah satu Wakil Presiden yang berasal dari kalangan militer, karier militernya sangat mengesankan.
Pada tahun 1956, ia diterima sebagai taruna di Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad). Karier militernya berkembang pesat, termasuk keterlibatannya dalam Operasi Pembebasan Irian Barat pada 1962, yang menjadi awal perkenalannya dengan Soeharto.
Pada 1974, Try Sutrisno diangkat sebagai ajudan Presiden Soeharto. Kariernya semakin menanjak ketika pada Agustus 1985, ia meraih pangkat Letnan Jenderal TNI dan diangkat sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad), mendampingi Kepala Staf TNI Angkatan Darat saat itu, Jenderal TNI Rhudini.





