JAKARTA — Hujan deras mengguyur kawasan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, saat prosesi pemasukan liang lahat Wakil Presiden ke-6 RI Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno, Senin (2/3/2026).
Guyuran hujan turun tepat ketika peti jenazah yang diselimuti bendera Merah Putih mulai diturunkan ke liang lahad. Meski intensitas hujan cukup tinggi, prosesi pemakaman kenegaraan tetap berlangsung khidmat sesuai tata upacara militer.
Presiden Prabowo Subianto yang bertindak sebagai inspektur upacara tetap berdiri tegap di bawah tenda dan pengawalan protokoler. Para prajurit TNI yang mengusung dan menurunkan peti jenazah juga tetap menjalankan tugas dengan disiplin, meski seragam mereka basah diguyur hujan.
Tembakan salvo kehormatan tetap dilepaskan, menandai penghormatan terakhir negara kepada almarhum. Suara dentuman peluru kehormatan berpadu dengan derasnya hujan yang membasahi kompleks pemakaman.
Sejumlah tamu undangan dan keluarga almarhum tampak berteduh di bawah tenda yang telah dipersiapkan sebelumnya. Petugas makam dan protokoler bergerak cepat memastikan area liang lahat tetap aman dan tidak tergenang, agar prosesi berjalan lancar.
Setelah peti jenazah diturunkan, Presiden Prabowo secara simbolis memulai penimbunan tanah meski hujan masih turun. Keluarga almarhum kemudian bergantian menaburkan bunga di atas pusara.
Suasana haru terasa semakin kuat ketika hujan belum juga reda hingga prosesi peletakan karangan bunga selesai dilakukan diiringi lagu “gugur bunga”. Beberapa pelayat menyebut hujan yang turun saat pemakaman sebagai simbol kesedihan alam atas kepergian salah satu putra terbaik bangsa.
Try Sutrisno wafat pada pukul 06.58 WIB dalam usia 90 tahun. Negara memberikan penghormatan terakhir melalui upacara pemakaman militer di TMP Kalibata sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengabdiannya kepada bangsa dan negara.
Berikut beberapa hal penting yang terjadi selama prosesi pemakaman:
-
Upacara dimulai setelah jenazah diberangkatkan dari rumah duka
Prosesi pemakaman dimulai sekitar pukul 13.39 WIB setelah jenazah diberangkatkan dari rumah duka dan sebelumnya disalatkan. Peti jenazah yang diselimuti bendera Merah Putih diusung prajurit TNI menuju liang lahad, diiringi penghormatan militer dan tembakan salvo. -
Presiden menyampaikan penghormatan terakhir atas nama negara
Dalam kapasitasnya sebagai inspektur upacara, Presiden menyampaikan penghormatan terakhir atas nama negara, bangsa, dan Tentara Nasional Indonesia (TNI). -
Pernyataan resmi negara atas wafatnya almarhum
Presiden Prabowo menyampaikan pernyataan resmi negara atas wafatnya almarhum yang meninggal dunia pada pukul 06.58 WIB di Jakarta.
“Saya Presiden Republik Indonesia atas nama negara, bangsa, dan Tentara Nasional Indonesia dengan ini mempersembahkan kepada persada Ibu Pertiwi jiwa raga dan jasa-jasa almarhum Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno, jabatan Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia periode 1993—1998, Panglima ABRI periode 1988—1993, putra dari Bapak Subandi (alm), yang telah meninggal dunia demi kepentingan serta keluhuran negara dan bangsa,” tandas Prabowo.
- Harapan untuk generasi mendatang
Presiden Ke-8 RI itu melanjutkan agar rekam jejak dari Try Sutrisno turut menjadi bekal perjalanan dan juga contoh bagi generasi sekarang serta yang akan datang.
“Semoga jalan dharma bakti yang ditempuhnya dapat menjadi suri teladan bagi kita semua dan arwahnya mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Besar,” pungkas Prabowo.





