Teknologi Robotik untuk Meningkatkan Keselamatan Petugas Pemadam Kebakaran
Di tengah meningkatnya kompleksitas kebakaran modern, teknologi mulai memainkan peran penting dalam mengurangi risiko bagi petugas pemadam kebakaran. Lingkungan penuh asap beracun, suhu ekstrem, serta ancaman runtuhan bangunan menjadi tantangan utama yang sering kali tidak dapat ditangani manusia secara langsung. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Hyundai Motor Group memperkenalkan solusi berbasis robotik untuk membantu operasi darurat. Perusahaan otomotif global asal Korea Selatan ini mendonasikan robot pemadam kebakaran tanpa awak guna meningkatkan keselamatan petugas sekaligus efektivitas respons bencana.
Donasi Robot untuk Mengurangi Risiko Petugas
Hyundai mendonasikan empat robot pemadam kebakaran tanpa awak kepada Badan Pemadam Kebakaran Nasional Korea Selatan. Penyerahan dilakukan pada 24 Februari 2026 di National 119 Rescue Headquarters, Namyangju, Provinsi Gyeonggi. Executive Chair Hyundai Motor Group Euisun Chung menyatakan bahwa teknologi tersebut dikembangkan untuk melindungi petugas yang menghadapi bahaya langsung saat bertugas. “Robot yang kami donasikan ini merupakan perwujudan teknologi inti Hyundai Motor Group yang menghadirkan bentuk mobilitas baru yang berlandaskan filosofi kami, yakni ‘teknologi yang menyelamatkan nyawa’,” ujarnya. Ia menambahkan perusahaan akan terus menyediakan dukungan agar petugas dapat bekerja lebih aman di lapangan.
Berbasis HR-Sherpa, Mampu Masuk Area Ekstrem

Robot ini dikembangkan bersama Badan Pemadam Kebakaran Nasional Korea Selatan dan menggunakan platform kendaraan tanpa awak multifungsi HR-Sherpa dari Hyundai Rotem. Unit dirancang untuk beroperasi di area berisiko tinggi yang sulit dijangkau manusia. Fungsinya mencakup pemadaman awal, pencarian korban, serta inspeksi lokasi sebelum tim penyelamat masuk. Robot dilengkapi water cannon, sistem penyemprotan otomatis pembentuk tirai air, kamera infrared, serta kendali jarak jauh berbasis video real-time. Selain itu, sistem penggerak enam roda dengan motor in-wheel memungkinkan kendaraan bergerak stabil di antara puing kebakaran dan suhu ekstrem hingga ratusan derajat Celsius.
Bagian Strategi Keselamatan Jangka Panjang

Dua unit robot sudah digunakan di Capital dan Yeongnam 119 Special Rescue Units, sementara dua lainnya akan ditempatkan di markas pemadam Provinsi Gyeonggi dan Chungnam. Pengembangan ini dilatarbelakangi tingginya risiko profesi pemadam kebakaran, tercatat 1.802 petugas cedera atau meninggal saat bertugas dalam 10 tahun terakhir. Selain robot, Hyundai juga akan mendukung rumah sakit khusus pemadam kebakaran yang mulai beroperasi Juni 2026 melalui donasi ambulans dan peralatan rehabilitasi, serta menyediakan bus pemulihan di lokasi operasi. Pejabat Badan Pemadam Kebakaran Nasional Korea Selatan Seung-ryong Kim menilai kolaborasi ini menjadi awal perubahan paradigma respons bencana berbasis teknologi lapangan.





