Persiapan Kelistrikan Menjelang Ramadhan 1447 H
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) telah memastikan seluruh instrumen kelistrikan dalam kondisi prima menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H. Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat menjalani ibadah puasa, salat tarawih, hingga perayaan Idul Fitri dengan khusyuk tanpa gangguan listrik.
Berdasarkan data proyeksi PLN, beban puncak di wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu selama periode ini diperkirakan mencapai ±1.708 MW. Angka ini dipastikan aman karena daya mampu pembangkit mencapai ±3.002 MW dengan transfer daya sebesar 850 MW. Artinya, masih terdapat cadangan daya “nganggur” sebesar 444 MW yang siap menyuplai kebutuhan masyarakat jika terjadi lonjakan mendadak.
Fokus pengamanan pasokan listrik tahun ini menyasar lokasi-lokasi strategis yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Masjid-masjid raya, mushola, hingga simpul transportasi seperti bandara, stasiun, dan terminal masuk dalam radar prioritas utama. Dengan peningkatan aktivitas masyarakat selama Ramadhan, keandalan listrik menjadi sangat penting.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap kenyamanan ibadah masyarakat, PLN memutuskan untuk meniadakan seluruh pekerjaan pemeliharaan jaringan terjadwal yang berpotensi menyebabkan pemadaman. Langkah ini berlaku selama masa siaga, kecuali dalam kondisi darurat yang mengancam keandalan sistem secara luas.
Di balik layar keandalan listrik tersebut, terdapat ribuan personel yang bersiaga 24 jam. Manajer PLN Unit Pelaksana Pengaturan Distribusi S2JB, Yanuardhi Arief Budiyono, menegaskan bahwa meski sistem menjadi prioritas, nyawa manusia tetap di atas segalanya. “Kami memastikan sistem tetap andal, namun keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama. Seluruh petugas wajib mematuhi standar operasional dan menggunakan APD lengkap dalam setiap penugasan. Keandalan dan keselamatan harus berjalan beriringan,” tegas Yanuardhi dalam keterangannya.
Untuk memperkuat hal tersebut, PLN UP2D S2JB bahkan telah menggelar kegiatan ‘Kampus Yantek’. Program ini bertujuan mengasah kembali kompetensi dan kedisiplinan petugas Pelayanan Teknik (Yantek), terutama dalam hal penerapan budaya K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) di lapangan.
Perubahan pola konsumsi listrik selama Ramadhan juga menjadi perhatian serius. Biasanya, lonjakan beban terjadi pada waktu sahur, malam hari saat ibadah tarawih, hingga puncaknya pada malam takbiran. Untuk mengantisipasi hal tersebut, operator di Control Center bersiaga penuh selama 24 jam untuk memantau beban secara real-time. Upaya pemantauan intensif ini diharapkan dapat memberikan respon cepat jika terjadi anomali pada sistem distribusi.
General Manager PLN UID S2JB menyatakan optimismenya terhadap kesiapan tahun ini. Dengan cadangan daya yang memadai dan kesiapan personel yang terlatih, PLN berkomitmen menghadirkan layanan kelistrikan terbaik demi mendukung kekhusyukan masyarakat di wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu menyambut hari kemenangan.
Strategi Penyediaan Listrik Selama Ramadhan
- Pemantauan Real-Time: Operator di Control Center bersiaga penuh selama 24 jam untuk memantau beban secara real-time.
- Kesiapan Personel: Ribuan personel bersiaga 24 jam untuk memastikan keandalan listrik.
- Pemeliharaan Terjadwal Dihentikan: Seluruh pekerjaan pemeliharaan jaringan terjadwal yang berpotensi menyebabkan pemadaman ditunda selama masa siaga.
- Penanganan Darurat: Tindakan darurat akan diambil jika terjadi ancaman terhadap keandalan sistem.
- Pelatihan K3: Program ‘Kampus Yantek’ bertujuan meningkatkan kompetensi dan kedisiplinan petugas dalam penerapan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
Fokus pada Lokasi Strategis
- Masjid dan Mushola: Fokus pada tempat-tempat ibadah yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.
- Simpul Transportasi: Bandara, stasiun, dan terminal menjadi prioritas utama.
- Pengamanan Jaringan: Pemeliharaan jaringan di lokasi strategis dilakukan dengan ketat untuk memastikan keandalan listrik.
Perubahan Pola Konsumsi Listrik
- Waktu Sahur: Lonjakan beban terjadi pada waktu sahur.
- Malam Hari: Ibadah tarawih menjadi titik puncak penggunaan listrik.
- Malam Takbiran: Puncak lonjakan beban terjadi pada malam takbiran.





