Ibas Kenang Try Sutrisno: Pemimpin Konstitusi dan Patriot Nasional

Aa1xmpwr
Aa1xmpwr



JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menyampaikan rasa duka yang mendalam atas wafatnya Try Sutrisno, Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia periode 1993–1998, yang berpulang pada usia 90 tahun.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala khilafnya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar Ibas.

Menurut Ibas, Wapres Try Sutrisno adalah sosok yang tidak hanya menjadi pemimpin nasional, tetapi juga teladan dalam menjaga nilai-nilai konstitusi. Dalam setiap pengabdiannya, Try Sutrisno selalu memperjuangkan konstitusi negeri demi keadilan dan kemakmuran rakyat luas.

“Dedikasi tersebut menjadi fondasi penting dalam perjalanan demokrasi dan kehidupan berbangsa kita. Sebagai generasi penerus, kami merasa memiliki tanggung jawab moral untuk melanjutkan pemikiran dan pengabdian beliau. Apa yang telah diwariskan bukan hanya sejarah, tetapi juga arah dan semangat untuk terus membangun Indonesia yang lebih kuat, berdaulat, dan berpihak kepada rakyat. Semoga nilai-nilai perjuangan itu terus hidup dan menjadi inspirasi bagi kami, generasi anak bangsa,” tambahnya.

“Beliau adalah pejuang sejati, patriot, dan nasionalis yang selalu berpikir untuk kemajuan negeri. Ketulusan, keberanian, serta komitmen beliau dalam mengabdi kepada bangsa dan negara merupakan warisan yang tak ternilai,” lanjut Ibas.

Menurut dia, Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya, namun semangat juangnya akan terus hidup dalam setiap langkah pembangunan bangsa ke depan.

“Allahummaghfirlahu warhamhu, wa’afihi wa’fu’anhu. Kami juga mendoakan agar keluarga besar Bapak Wakil Presiden Try Sutrisno diberikan kesabaran, ketabahan, dan kekuatan dalam menghadapi duka ini,” tutur Ibas.

Almarhum Try Sutrisno merupakan lulusan Akademi Teknik Angkatan Darat tahun 1959 dan memiliki rekam jejak panjang dalam pengabdian kepada negara.

Dia pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (1986–1988) serta Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (1988–1993), sebelum kemudian mengemban amanah sebagai Wakil Presiden RI.

Ibas turut menghadiri upacara pemakaman kenegaraan yang berlangsung khidmat di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan. Prosesi penghormatan militer mengiringi kepergian almarhum sebagai bentuk penghargaan tertinggi atas jasa-jasanya bagi bangsa dan negara.

Peti jenazah almarhum yang diselimuti bendera Merah Putih diiringi menuju liang lahad oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), sebelum akhirnya dimakamkan dengan upacara militer penuh kehormatan.

Upacara pemakaman tersebut turut dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, serta Wakil Presiden ke-11 RI Boediono.

Sejumlah pimpinan lembaga negara, menteri Kabinet Merah Putih, serta ribuan masyarakat juga hadir memberikan penghormatan terakhir.

Peran dan Kontribusi Almarhum

Try Sutrisno memiliki peran penting dalam sejarah politik Indonesia. Sebagai mantan Wakil Presiden, ia dikenal sebagai tokoh yang konsisten dalam menjunjung nilai-nilai konstitusi. Pengalamannya sebagai perwira militer membentuk karakternya sebagai pemimpin yang tegas dan berintegritas.

Beberapa posisi penting yang pernah dijalaninya antara lain:

Kepala Staf Angkatan Darat (1986–1988)

Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (1988–1993)

* Wakil Presiden Republik Indonesia (1993–1998)

Kehadirannya dalam berbagai jabatan publik mencerminkan dedikasi yang tinggi terhadap kepentingan bangsa. Dari peran militer hingga politik, almarhum selalu menunjukkan komitmen untuk memajukan Indonesia.

Upacara Pemakaman yang Khidmat

Prosesi pemakaman almarhum berlangsung dengan penuh kehormatan. Peti jenazah yang diselimuti bendera Merah Putih diarak oleh pasukan pengamanan presiden. Upacara ini menjadi bentuk penghormatan tertinggi dari negara terhadap jasa-jasa almarhum.

Banyak tokoh nasional hadir dalam acara tersebut, termasuk para mantan presiden dan wakil presiden, serta pejabat pemerintah. Hal ini menunjukkan bahwa peran almarhum dalam sejarah Indonesia sangat dihargai.

Pesan untuk Generasi Mendatang

Ibas menekankan bahwa nilai-nilai perjuangan almarhum harus terus dijaga dan dilanjutkan oleh generasi penerus. Ia berharap semangat dan prinsip yang dibawa almarhum dapat menjadi pedoman dalam membangun Indonesia yang lebih baik.

Dengan wafatnya almarhum, Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya. Namun, warisan dan pengabdiannya akan terus hidup dalam benak masyarakat dan para pemimpin bangsa.

Pos terkait