Ibu-ibu wajib tahu hukum mencicipi masakan saat puasa Ramadan 2026 menurut Ustadz Abdul Somad

Aa1wukbz 1
Aa1wukbz 1

Hukum Mencicipi Masakan Saat Berpuasa Selama Ramadan 2026

Selama bulan Ramadan, banyak umat Muslim yang menjalankan puasa dengan penuh kesadaran dan kekhusyukan. Salah satu hal yang sering muncul dalam kehidupan sehari-hari adalah aktivitas mencicipi masakan saat berpuasa. Terutama bagi para ibu yang biasanya memasak untuk berbuka puasa, seringkali mereka ingin mengetahui rasa masakan tersebut sebelum disajikan.

Pertanyaannya adalah, apakah mencicipi masakan saat berpuasa bisa membatalkan puasa? Untuk menjawabnya, penting untuk memahami beberapa hal yang dapat membatalkan puasa:

  • Masuknya sesuatu ke dalam rongga tubuh secara sengaja
  • Memasukkan benda ke dalam salah satu lubang tubuh
  • Muntah secara disengaja
  • Berhubungan badan saat berpuasa
  • Keluar air mani secara sengaja
  • Haid
  • Nifas
  • Hilang kewarasan
  • Murtad

Dari daftar di atas, mencicipi masakan tidak termasuk dalam hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Menurut penjelasan Ustaz Abdul Somad melalui saluran YouTube Fodamara TV, mencicipi masakan diperbolehkan selama hanya sebatas menaruh makanan di ujung lidah dan tidak ditelan hingga masuk ke kerongkongan.

Meskipun demikian, Ustadz Abdul Somad tidak menyarankan untuk melakukan aktivitas ini. Ia menyarankan agar bumbu masakan ditambahkan setelah berbuka puasa jika memang diperlukan. Hal ini dilakukan untuk menghindari risiko makanan tertelan dan membatalkan puasa.

Menurut Syekh Abdullah bin Hijazi asy-Syarqawi dalam kitab Hasiyah asy-Syarqawi, mencicipi makanan termasuk dalam kemakruhan dalam berpuasa. Alasannya adalah khawatir akan terjadi kebablasan sehingga makanan sampai ke tenggorokan akibat dorongan syahwat. Kemakruhan ini terjadi karena tidak adanya alasan tertentu dari orang yang mencicipi makanan itu.

Sebagaimana riwayat dari Ibnu Abbas yang disebutkan oleh Imam Al-Baihaqi dalam kitab al-Sunan al-Kubra, “Tidak masalah bagi seseorang untuk mencicipi makanan, baik makanan berupa cuka atau makanan lainnya, selama tidak masuk tenggorokannya dalam keadaan dia berpuasa.” (HR: Al-Baihaqi).

Oleh karena itu, kesimpulannya adalah bahwa mencicipi masakan saat berpuasa tidak membatalkan puasa, asalkan hanya sebatas untuk mengetahui rasanya atau hanya sedikit saja. Selain itu, makanan yang dicicipi harus segera dikeluarkan dari mulut atau diludahkan. Jangan sampai makanan berdiam terlalu lama di dalam mulut apalagi sampai tertelan. Jika sampai tertelan, bukan makruh lagi tapi bisa membatalkan puasanya.

Pos terkait