Penjelasan Mengenai Kematian Pemimpin Tertinggi Iran
Pada hari Sabtu, 28 Februari 2026, pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, meninggal dunia dalam serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel. Peristiwa ini menimbulkan reaksi keras dari berbagai kalangan di seluruh dunia, termasuk lembaga-lembaga keagamaan dan budaya. Salah satu lembaga tersebut adalah Islamic Cultural Center (ICC) Jakarta, yang merupakan organisasi Syiah yang berfungsi sebagai pusat kajian kebudayaan di Indonesia, khususnya di Jakarta.
ICC Jakarta menyatakan kecaman terhadap tindakan militer AS dan Israel yang memicu konflik hingga mengakibatkan kematian pemimpin tertinggi Iran. Menurut Mujib, Humas ICC Jakarta, tindakan tersebut dianggap sebagai aksi terorisme. Ia menyatakan bahwa pembunuhan terhadap Ayatollah Ali Khamenei adalah bentuk teror yang tidak dapat diterima.
“Yang pertama kita menyatakan kecaman sebenarnya, kecaman karena pembunuhan terhadap syahid Ali Khamenei ini adalah bentuk teror,” ujar Mujib kepada Tribunnews di Jakarta, Senin (2/3/2026).
Ayatollah Ali Khamenei bukan hanya menjadi pemimpin tertinggi di Republik Islam Iran, tetapi juga dianggap sebagai tokoh penting dalam dunia Islam, terutama bagi komunitas Ahlul Bait atau Syiah yang ada di Indonesia. Dengan kematian beliau, tidak hanya warga negara Iran yang merasa sedih, tetapi juga umat Islam Syiah di seluruh dunia.
Mujib turut menyampaikan belasungkawa kepada bangsa Iran yang telah kehilangan pemimpin tertingginya. Meskipun saat ini ICC Jakarta belum merencanakan aksi solidaritas khusus atas wafatnya Ali Khamenei, namun di setiap Ramadan terdapat aksi solidaritas untuk Palestina. Ada kemungkinan momen tersebut juga dimanfaatkan untuk menggelar aksi solidaritas atas wafatnya Ali Khamenei.
“Kita menyatakan bahwa segala bentuk terorisme yang terjadi atas nama apapun kepada sebuah entitas negara atau bangsa, itu adalah sebuah kejahatan ya yang wajib kita kutuk,” jelas Mujib.
Kondisi di Area Islamic Cultural Center Jakarta
Sementara itu, pantauan Tribunnews di area ICC yang berlokasi di Jalan Buncit Raya, Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada sore hari tampak sepi. Mujib mengungkapkan bahwa para ulama saat ini berada di Kedutaan Besar Iran untuk Indonesia. Namun, menjelang waktu berbuka puasa, Masjid ICC tampak ramai oleh jemaah yang beribadah.
Di dalam masjid, terpampang foto besar Ayatollah Ali Khamenei di sisi kiri dekat mimbar. Mereka terlihat khusyuk beribadah, kemudian berbuka puasa bersama. Setelah salat tarawih, rencananya akan digelar pengajian tahlilan untuk Ali Khamenei.
Pengajian Tahlilan untuk Ayatollah Ali Khamenei
Pengajian tahlilan ini akan menjadi momen penting bagi umat Islam Syiah di Indonesia, khususnya di Jakarta. Melalui acara ini, para jemaah akan berdoa dan mengingat kembali perjuangan serta kepemimpinan Ayatollah Ali Khamenei. Hal ini juga menjadi bentuk penghormatan terhadap sosok yang dianggap sebagai imam besar oleh banyak umat Muslim.





