IHSG Berpotensi Turun, Analis Pantau Saham ESSA, BRMS, ANTM, HRTA hingga AKRA

Aa1vymso 3
Aa1vymso 3

IHSG Rawan Terkoreksi di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Kenaikan Harga Minyak



Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghadapi risiko koreksi pada perdagangan hari ini, Selasa (3/3). Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup turun 2,66% di level 8.016. Pergerakan ini mencerminkan ketidakpastian pasar akibat berbagai faktor eksternal dan internal yang memengaruhi sentimen investor.

Pada awal pekan kemarin, IHSG juga menunjukkan penurunan yang signifikan. Menurut analisis dari Phintraco Sekuritas, secara teknikal IHSG masih bertahan di atas level psikologis 8.000 serta berada di atas garis Moving Average 200. Namun, penyempitan histogram positif pada Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih berlanjut dan berpotensi membentuk pola death cross. Pola ini biasanya menjadi indikasi kuat bahwa tren pasar akan berubah ke arah negatif.

Jika IHSG berhasil breaklow level 8.000, diperkirakan akan menguji level support berikutnya di kisaran 7.860–7.900. Hal ini menunjukkan bahwa pasar sedang dalam fase konsolidasi dan mungkin akan terus mengalami tekanan jika tidak ada perbaikan signifikan dalam kondisi ekonomi atau politik.

Pengaruh Ketegangan Geopolitik dan Harga Minyak

Kenaikan harga minyak mentah dan ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel menjadi faktor utama yang memicu kekhawatiran inflasi. Investor cenderung menghindari aset berisiko karena situasi ini. Jika kenaikan harga minyak terus berlangsung dalam jangka panjang, hal ini bisa mendorong kenaikan suku bunga, yang pada akhirnya akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi dan kinerja saham.

Di pasar valuta, nilai tukar Rupiah melemah ke level Rp16.868 per dolar AS. Pelemahan ini sejalan dengan pelemahan mayoritas mata uang di kawasan Asia. Fluktuasi kurs ini dapat memengaruhi impor dan ekspor, serta meningkatkan tekanan inflasi.

Data Ekonomi Domestik

Secara domestik, inflasi tercatat naik 0,68% secara bulanan (MoM) pada Februari 2026, berbalik dari deflasi 0,15% pada Januari 2026. Kenaikan ini didorong oleh kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau, yang biasanya meningkat menjelang Ramadan.

Secara tahunan, inflasi juga meningkat menjadi 4,76% (YoY) dari sebelumnya 3,55% pada Januari 2026. Penyebabnya termasuk efek basis rendah akibat diskon tarif listrik pada awal 2025. Sementara itu, surplus neraca perdagangan Indonesia turun menjadi US$0,95 miliar pada Januari 2026 dari sebelumnya US$3,49 miliar. Penurunan ini dipicu lonjakan impor 18,21% (YoY), sementara ekspor hanya tumbuh 3,39% (YoY).

Rekomendasi Saham dan Strategi Investasi

Phintraco Sekuritas merekomendasikan beberapa saham unggulan seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), dan PT Indika Energy Tbk (INDY).

Sementara itu, Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyebut pasar modal RI menghadapi tekanan jual. Ia memprediksi koreksi IHSG akan terbatas dan menguji area 7.945–7.984, dengan peluang kembali menguat ke 8.437–8.638. Support IHSG berada di 7.970 dan 7.861, sedangkan resistance terdekat berada di 8.170 dan 8.306.

Strategi Buy on Weakness dan Rekomendasi Saham

MNC Sekuritas merekomendasikan strategi buy on weakness untuk beberapa saham. Contohnya:

  • PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA): Akumulasi beli di rentang Rp 3.030–Rp 3.180 dengan target harga di Rp 3.500–Rp 3.660, serta stoploss di bawah Rp 3.940.
  • PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL): Direkomendasikan buy on weakness pada area Rp 2.870–Rp 2.910 dengan target harga di Rp 3.250–Rp 3.490, serta stoploss di bawah Rp 2.780.

CGS International Sekuritas Indonesia juga memberikan rekomendasi saham untuk jangka pendek:

  • PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB): Spec buy dengan support Rp565 dan cut loss jika turun di bawah Rp550.
  • PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS): Spec buy dengan support Rp985 dan cut loss jika turun di bawah Rp960.
  • PT Hartadinata Abadi Tbk (EMAS): Spec buy dengan support Rp8.500 dan cut loss jika turun di bawah Rp8.300.
  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): Spec buy dengan support Rp4.500 dan cut loss jika turun di bawah Rp4.390.
  • PT Rukun Raharja Tbk (RAJA): Spec buy dengan support Rp4.590 dan cut loss jika turun di bawah Rp4.480.
  • PT AKR Corporindo Tbk (AKRA): Spec buy dengan support Rp1.340 dan cut loss jika turun di bawah Rp1.310.

Pos terkait