Prediksi Pergerakan IHSG Pekan Ini
Vice President Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, memberikan prediksi mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan pekan depan. Menurutnya, indeks tersebut akan bergerak dalam kondisi mixed dengan cenderung menguat terbatas. Dalam rentang level support 8.208 dan resistance 8.390, indikator MACD menunjukkan penguatan tren.
Oktavianus menjelaskan bahwa ada tiga faktor utama yang memengaruhi pergerakan IHSG pada pekan depan. Faktor pertama adalah kemajuan dalam finalisasi kesepakatan antara regulator Indonesia dan Morgan Stanley Capital International (MSCI). Jika mendapatkan keputusan yang sesuai, potensi rebalancing MSCI dan pencabutan interm freeze bisa menjadi sentimen positif di pasar.
Faktor kedua adalah pembatalan tarif Trump oleh Mahkamah Agung Amerika Serikat. Ia berpendapat bahwa sikap Mahkamah akan memberikan sinyal yang lebih kondusif untuk ekonomi global. Hal ini dapat memengaruhi sentimen investor secara keseluruhan.
Selain itu, Oktavianus memperkirakan bahwa penguatan IHSG juga dipengaruhi oleh kenaikan harga komoditas seperti emas dan perak. Penguatan harga emas, kata dia, akan memberikan sentimen positif kepada emiten terkait.
Rekomendasi Saham
Berdasarkan analisis pergerakan IHSG tersebut, Oktavianus merekomendasikan dua saham pilihan dengan analisis teknikal. Pertama, saham AMMN yang diprediksi akan bergerak di level support 7.550 dan resistance di 8.525. Kedua, saham EXCL diperkirakan berada di level support 2.930 dan resistance 3.470.
Data Perdagangan di Bursa Efek Indonesia
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat bahwa IHSG menguat sebesar 0,72 persen pada pekan ini. IHSG ditutup di level 8,271,76 pada Jumat, 20 Februari 2026. Sementara pada pekan lalu, IHSG ditutup pada level 8,212,27.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menyampaikan bahwa data perdagangan saham di BEI selama periode 16-20 Februari 2026 ditutup pada zona positif. Kapitalisasi pasar meningkat sebesar 0,35 persen menjadi Rp 14.941 triliun dari Rp 14.889 triliun pada pekan sebelumnya.
Investor asing mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp 240,57 miliar pada Jumat, 20 Februari 2026. Sedangkan sepanjang tahun ini, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 14,42 triliun.
Peningkatan Aktivitas Perdagangan
Peningkatan tertinggi tercatat pada rata-rata frekuensi transaksi harian sebesar 11,99 persen menjadi 3,06 juta kali transaksi dari 2,73 juta kali transaksi pada pekan lalu. Rata-rata volume transaksi harian BEI juga meningkat pekan ini, yaitu sebesar 3,87 persen menjadi 47 miliar lembar saham dari 45,24 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian juga turut meningkat, yaitu sebesar 3,02 persen menjadi Rp 23,89 triliun. Sedangkan pada pekan sebelumnya nilai transaksi harian tercatat sebesar Rp 23,19 triliun.
Anastasya Lavenia Yudi berkontribusi dalam penulisan artikel ini.





