Pergerakan Pasar Saham di Indonesia dan Asia
Pada perdagangan sesi pertama Jumat (20/2/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan. Hal ini terjadi karena sebagian besar bursa di kawasan Asia bergerak dalam zona merah. Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh RTI, IHSG turun sebesar 0,16% atau 12,928 poin, sehingga berada pada level 8.261,153. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 402 saham mengalami penurunan, sementara 252 saham naik dan 161 saham lainnya stagnan.
Total volume perdagangan mencapai 25,8 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 11,3 triliun. Enam indeks sektoral menjadi penyebab penurunan pergerakan IHSG. Tiga sektor dengan penurunan terbesar adalah IDX-Property yang turun 1,18%, IDX-NonCyc yang turun 1,01%, serta IDX-Energy yang turun 0,97%.
Daftar Saham Teratas yang Turun di LQ45
Beberapa saham yang mengalami penurunan signifikan dalam daftar LQ45 antara lain:
- PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) turun sebesar 4,44% ke harga Rp 2.370
- PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) turun sebesar 4,42% ke harga Rp 865
- PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) turun sebesar 3,16% ke harga Rp 9.975
Daftar Saham Teratas yang Naik di LQ45
Di sisi lain, beberapa saham yang mengalami kenaikan signifikan dalam daftar LQ45 antara lain:
- PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) naik sebesar 6,64% ke harga Rp 3.050
- PT XL SMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) naik sebesar 5,24% ke harga Rp 3.010
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) naik sebesar 1,84% ke harga Rp 1.935
[Grafik JPFA]
by TradingView
Perkembangan Pasar di Asia
Di kawasan Asia, indeks Kospi Korea Selatan mencetak rekor tertinggi untuk hari kedua berturut-turut. Hal ini didorong oleh reli saham asuransi dan pertahanan seperti Samsung Life Insurance, Mirae Asset Securities, Hanwha Aerospace, serta penguatan SK Hynix. Namun, di luar Korea Selatan, mayoritas pasar Asia-Pasifik mengalami penurunan setelah tiga indeks utama Wall Street ditutup turun. Penurunan ini dipengaruhi oleh pelemahan saham private credit dan meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran.
Presiden AS Donald Trump menyatakan akan membuat keputusan mengenai kemungkinan aksi militer terhadap Teheran dalam waktu 10 hari ke depan. Hal ini memicu kekhawatiran di kalangan pasar. Selain itu, harga minyak juga melanjutkan kenaikannya. Minyak mentah AS naik sebesar 0,53% ke harga US$66,78 per barel, sedangkan Brent menguat sebesar 0,18% ke harga US$71,79 per barel.
Pergerakan Pasar di Jepang dan Hong Kong
Inflasi utama Januari Jepang turun di bawah target 2% Bank of Japan untuk pertama kalinya dalam 45 bulan. Akibatnya, Indeks Nikkei 225 melemah sebesar 1,29% dan TOPIX turun sebesar 1,3%. Saham Sumitomo Pharma mengalami volatilitas tinggi setelah sempat naik 6,81% sebelum akhirnya turun lebih dari 11%.
Di sisi lain, Indeks Hang Seng Index turun sebesar 0,5%, sementara Indeks S&P/ASX 200 di Australia bergerak tipis di bawah garis datar. Pergerakan pasar di kawasan ini menunjukkan tekanan yang cukup signifikan terhadap investor.





