IHSG Turun 0,43% ke 8.274, BMRI, JPFA, SMGR Jadi Top Losers LQ45

Aa1vuamx 1
Aa1vuamx 1

Pergerakan IHSG dan Kinerja Sektor Saham

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan pada akhir perdagangan hari Kamis (19/2/2026). Penurunan ini tercatat sebesar 36,14 poin atau 0,43% dengan posisi akhir di angka 8.274,08. Penguatan dan penurunan saham terjadi secara berimbang, dengan sebanyak 326 saham yang naik, 366 saham turun, serta 127 saham yang stagnan.

Dari enam indeks sektoral yang mengalami kenaikan, sektor barang baku menjadi yang paling signifikan dengan kenaikan sebesar 2,85%. Diikuti oleh sektor transportasi yang naik 1,92% dan sektor energi yang meningkat 0,82%. Sementara itu, empat indeks sektoral lainnya mengalami penurunan, dengan sektor teknologi menjadi yang paling dalam turun sebesar 1,16%. Selanjutnya, sektor keuangan turun 1,03% dan sektor properti mengalami penurunan 0,70%.

Volume Perdagangan dan Nilai Pasar

Total volume perdagangan saham di pasar mencapai 53,04 miliar saham, dengan total nilai transaksi sebesar Rp 26,11 triliun. Angka ini menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi di pasar modal, meskipun secara keseluruhan IHSG masih mengalami tekanan.

Top Gainers LQ45

Beberapa saham unggulan di LQ45 hari ini mengalami kenaikan signifikan:

  • PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menguat sebesar 15,29%
  • PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (ADRO) naik 7,30%
  • PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) meningkat 7,29%

Top Losers LQ45

Di sisi lain, beberapa saham unggulan juga mengalami penurunan:

  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) turun sebesar 3,79%
  • PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) mengalami penurunan 3,12%
  • PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) turun 3,05%

Pergerakan IHSG hari ini mencerminkan ketidakpastian di pasar, dengan kenaikan pada sektor tertentu tetapi penurunan pada sektor lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa investor masih memantau dinamika ekonomi dan politik yang bisa memengaruhi sentimen pasar.

Pos terkait