IHSG Terkoreksi di Tengah Tekanan Jual yang Kuat
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan pada perdagangan hari Kamis (26/2/2026), setelah sebelumnya mengalami penguatan. Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diolah oleh RTI Business, IHSG ditutup melemah sebesar 86,96 poin atau 1,04% ke level 8.235,26.
Selama sesi perdagangan, IHSG bergerak dalam kisaran antara 8.139 hingga 8.348. Aktivitas transaksi pasar tergolong tinggi dengan volume perdagangan mencapai 56,52 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp 28,14 triliun. Meskipun indeks mengalami penurunan, minat investor asing tetap terjaga dengan membukukan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp 341,26 miliar di seluruh pasar.
Namun, di tengah koreksi IHSG, tercatat bahwa investor asing lebih banyak melakukan penjualan terhadap beberapa saham tertentu. Berikut adalah 10 saham dengan aksi jual terbesar oleh investor asing pada hari Kamis:
- PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) – Rp 431,85 miliar
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) – Rp 149,65 miliar
- PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) – Rp 104,8 miliar
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) – Rp 98,2 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) – Rp 67,97 miliar
- PT XL SMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) – Rp 54,95 miliar
- PT Vale Indonesia Tbk (INCO) – Rp 39,88 miliar
- PT Ciputra Development Tbk (CTRA) – Rp 34,91 miliar
- PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) – Rp 34,03 miliar
- PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) – Rp 31,97 miliar
Pergerakan Pasar dan Aktivitas Investor
Selama perdagangan, tekanan jual mendominasi pasar. Sebanyak 568 saham tercatat melemah, sementara 146 saham menguat dan 105 saham lainnya bergerak stagnan. Hal ini menunjukkan ketidakpastian di kalangan pelaku pasar, meskipun ada indikasi minat yang masih tinggi dari investor asing.
Meski IHSG mengalami penurunan, aktivitas perdagangan tetap tinggi. Volume perdagangan mencerminkan tingginya partisipasi investor baik lokal maupun asing. Namun, dominasi penjualan oleh investor asing terhadap sejumlah saham tertentu menjadi perhatian khusus bagi para analis pasar.
Analisis Pergerakan IHSG
Pergerakan IHSG pada hari Kamis mencerminkan dinamika pasar yang dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal dan internal. Tekanan jual yang kuat terlihat dari jumlah saham yang turun dibandingkan yang naik. Meskipun demikian, adanya aksi beli bersih dari investor asing menunjukkan bahwa ada sebagian besar investor yang percaya pada potensi pertumbuhan pasar jangka panjang.
Dari segi sentimen pasar, koreksi IHSG bisa menjadi peluang bagi investor untuk memperbaiki portofolio mereka. Namun, perlu dilakukan analisis lebih lanjut terhadap kondisi pasar dan pergerakan saham-saham unggulan.
Grafik Pergerakan Saham BBCA
Grafik pergerakan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dapat dilihat melalui platform TradingView. Grafik ini memberikan wawasan visual tentang pergerakan harga saham BBCA dalam beberapa periode terakhir. Dengan melihat grafik tersebut, investor dapat memprediksi tren dan membuat keputusan investasi yang lebih tepat.





