IHSG turun 1,6% ke 8.103 di Sesi I Senin (2/3), MAPI, INCO, BRPT Jadi Penurun Terbesar LQ45

Aa1wtirn 8
Aa1wtirn 8

IHSG Tertekan pada Akhir Sesi I

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan pada akhir perdagangan sesi I hari ini, Senin (2/3/2026). Indeks tersebut ditutup melemah sebesar 131,76 poin atau 1,60% menjadi 8.103,71. Pergerakan IHSG terjadi di tengah kondisi pasar yang tidak stabil, dengan sebagian besar saham mengalami penurunan.

Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 110 saham mengalami kenaikan, sedangkan 645 saham mengalami penurunan. Di sisi lain, 62 saham lainnya berada dalam kondisi stagnan. Dari seluruh sektor yang ada, hanya satu sektor yang mampu bertahan di zona hijau, yaitu sektor energi yang naik sebesar 1,60%. Sementara itu, sepuluh sektor lainnya mengalami pelemahan dan berada di zona merah.

Sebaran Pelemahan di Berbagai Sektor

Beberapa sektor mengalami penurunan yang signifikan. Sektor barang konsumen siklikal menjadi sektor dengan penurunan terdalam, yaitu sebesar 5,12%. Selain itu, sektor infrastruktur juga turun sebesar 2,92%, serta sektor properti yang turun sebesar 2,63%.

Perdagangan saham di bursa hingga sesi I hari ini mencapai volume sebesar 33,27 miliar saham dengan total nilai transaksi sebesar Rp 16,61 triliun. Angka ini menunjukkan tingkat aktivitas pasar yang cukup tinggi meskipun secara keseluruhan IHSG mengalami tekanan.

Daftar Saham Pemenang dan Penggugat

Di antara saham-saham unggulan, LQ45 mengalami pergerakan yang berbeda-beda. Beberapa saham berhasil mencatatkan kenaikan yang signifikan, seperti:

  • PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dengan kenaikan sebesar 8,92%
  • PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) yang naik sebesar 5,80%
  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan kenaikan sebesar 4,83%

Sementara itu, beberapa saham lainnya mengalami penurunan yang cukup dalam, termasuk:

  • PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) yang turun sebesar 7,46%
  • PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang turun sebesar 6,96%
  • PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang turun sebesar 4,77%

Kondisi Pasar yang Mengkhawatirkan

Kemerosotan IHSG dan penurunan di sebagian besar sektor menunjukkan bahwa investor masih waspada terhadap kondisi pasar. Meskipun ada saham-saham yang mampu tumbuh, tekanan dari sektor-sektor utama seperti barang konsumen dan infrastruktur membuat suasana pasar tetap memprihatinkan.

Selanjutnya, para investor akan memantau perkembangan lebih lanjut, terutama terkait faktor-faktor eksternal yang dapat memengaruhi sentimen pasar. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar masih rentan terhadap volatilitas, terlebih jika tidak ada perbaikan yang signifikan di sektor-sektor yang sedang tertekan.

Pos terkait