Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan sebesar 2,32% atau 191,33 poin, turun ke level 8.044 pada perdagangan hari ini Senin (2/3) secara intraday pukul 9.18 WIB. Penurunan indeks ini disebabkan oleh meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan terhadap Iran melalui udara dan laut pada Sabtu pekan lalu.
Jeffrey Hendrik, Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, menyarankan kepada investor untuk tetap waspada terhadap perkembangan situasi geopolitik yang sedang berlangsung. Menurut Jeffrey, investor perlu menerapkan strategi investasi dengan mempertimbangkan toleransi risiko masing-masing.
“Menghadapi ketidakpastian yang meningkat akibat eskalasi geopolitik di tingkat global, kami menghimbau investor tetap rasional dan selalu memperhatikan fundamental,” ujarnya menanggapi dinamika IHSG.
Beberapa saham perusahaan konglomerasi mengalami penurunan tajam pada perdagangan hari ini. Contohnya, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) turun 11,21% ke level 190, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) merosot 4,52% ke level 1.900, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) turun 4,76% ke level 1.00, serta PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) rontok 9,28% ke level 532.
Rupiah juga mengalami pelemahan akibat ketegangan di kawasan Timur Tengah. Beberapa isu lain seperti permintaan MUI kepada pemerintah untuk keluar dari Board of Peace (BoP), serta kecaman terhadap serangan AS ke Iran juga menjadi perhatian utama.
Sementara itu, sejumlah saham sektor energi dan emas justru mengalami kenaikan. Contohnya, saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) naik 4,89% ke level 4.720, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) meningkat 10,80% ke level 1.950, dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) melesat 7,30% ke level 9.925.
Di sektor emas, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melonjak 4,37% ke level 4.540, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) naik 3,46% ke level 1.945, dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) meningkat 3,90% ke level 8.650.
Perkembangan Pasar Saham Hari Ini
- Saat ini, pasar saham mengalami fluktuasi besar karena faktor eksternal seperti konflik geopolitik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
- Investor diminta untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh volatilitas pasar.
- Sejumlah saham sektor energi dan emas mengalami kenaikan, sementara saham konglomerasi mengalami penurunan tajam.
Rekomendasi untuk Investor
- Investor disarankan untuk memperhatikan fundamental perusahaan sebelum melakukan investasi.
- Penting untuk memiliki strategi investasi yang sesuai dengan toleransi risiko masing-masing.
- Jangan terlalu terpengaruh oleh pergerakan pasar yang bersifat sementara.
Perkembangan Lain
- Rupiah mengalami pelemahan akibat ketegangan di kawasan Timur Tengah.
- Isu-isu politik seperti kecaman terhadap serangan AS ke Iran juga menjadi fokus utama.
- Pertamina melakukan mitigasi dampak operasional akibat konflik yang terjadi.





