
Perang Israel-Iran yang semakin memanas telah memicu kenaikan tajam dalam harga minyak dan komoditas energi secara global. Hal ini berdampak langsung pada pasar keuangan domestik, terutama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengalami penurunan signifikan. Namun, di tengah tekanan tersebut, sektor energi justru menunjukkan pertumbuhan positif dan menjadi penopang utama pasar selama perdagangan sore hari ini.
Berdasarkan data sektoral dari Stockbit pada Senin (2/3), hampir seluruh sektor mengalami penurunan. Sektor teknologi terkoreksi sebesar 3,77 persen, sementara industri dasar turun 0,87 persen. Infrastruktur melemah 4,13 persen, transportasi turun 2,74 persen, dan sektor industrial mengalami penurunan terdalam sebesar 5,95 persen. Selain itu, sektor kesehatan turun 2,16 persen, keuangan turun 2,67 persen, consumer cyclicals anjlok 7,60 persen, properti melemah 4,14 persen, serta non-cyclicals turun 3,58 persen.
Di tengah situasi ini, sektor energi menjadi satu-satunya sektor yang mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan sebesar 1,54 persen. Beberapa saham energi mencatat kenaikan signifikan dan mendominasi daftar top gainers. OILS (Indo Oil Perkasa Tbk) melonjak 34,69 persen ke level 264. Disusul oleh ENRG (Energi Mega Persada Tbk) dan RUIS (Radiant Utama Interinsco Tbk) yang sama-sama naik 25,00 persen masing-masing ke posisi 2.200 dan 310. APEX (Apexindo Pratama Duta Tbk.) juga mengalami kenaikan sebesar 24,04 persen ke 258.

ELSA (Elnusa Tbk) melonjak 17,65 persen ke 1.000, MEDC (Medco Energi Internasional) naik 15,65 persen ke 1.995, dan INDY (Indika Energy Tbk) menguat 15,53 persen ke 4.240. Selanjutnya, WOWS (Ginting Jaya Energi) bertambah 13,89 persen ke 82, ESSA (ESSA Industries Indonesia) naik 12,40 persen ke 725, MAIN (Malindo Feedmill) menguat 12,03 persen ke 885, serta CGAS (Citra Nusantara Gemilang) naik 11,31 persen ke 187.
Selain saham energi, beberapa saham komoditas lainnya juga mengalami kenaikan. COAL (Black Diamond Resources) naik 8,33 persen ke 78, KAQI (Jantra Grupo Indonesia) menguat 7,27 persen ke 118, AADI (Adaro Andalan Indonesia) naik 7,03 persen ke 9.900, SMDR (Samudera Indonesia) bertambah 7,00 persen ke 428, dan DOID (BUMA Internasional Grup) menguat 6,71 persen ke 318.
Akibat tekanan pasar, IHSG ditutup anjlok sebesar 218,65 poin (2,66 persen) ke level 8.016, sedangkan indeks LQ45 kehilangan 21,86 poin (2,62 persen) ke 812. Kondisi ini menunjukkan bahwa perang Israel-Iran tidak hanya memengaruhi pasar global, tetapi juga memberikan dampak yang signifikan terhadap pasar keuangan domestik.





