JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan pada awal perdagangan hari ini, Senin (2/3/2026). Pukul 09.00 WIB, IHSG turun sebesar 140,49 poin atau 1,75% menjadi 8.092,62. Pergerakan pasar saham pagi ini menunjukkan ketidakpastian, dengan sebagian besar saham mengalami penurunan.
Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 57 saham menguat, sementara 569 saham mengalami penurunan dan 90 saham lainnya stagnan. Kondisi ini mencerminkan tekanan di pasar, terutama setelah adanya berita-berita ekonomi yang memengaruhi sentimen investor.
Seluruh indeks sektoral juga mengalami pelemahan, sesuai dengan tren IHSG. Beberapa sektor yang paling terpuruk antara lain:
- Sektor barang konsumen siklikal yang turun sebesar 5,21%
- Sektor properti yang mengalami penurunan sebesar 3,13%
- Sektor infrastruktur yang turun 3,05%
Pergerakan ini menunjukkan bahwa sektor-sektor yang biasanya menjadi penopang pasar sedang menghadapi tantangan. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti kebijakan pemerintah, perubahan suku bunga, atau kondisi global yang memengaruhi investasi.
Total volume perdagangan saham di bursa pagi ini mencapai 1,19 miliar saham, dengan total nilai transaksi sebesar Rp 834,38 miliar. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun ada penurunan, aktivitas perdagangan tetap cukup tinggi.
Berikut adalah daftar saham-saham yang mengalami kenaikan terbesar dalam LQ45 pagi ini:
- PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) naik sebesar 11,88%
- PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) meningkat 5,79%
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menguat 4,37%
Di sisi lain, beberapa saham juga mengalami penurunan signifikan:
- PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) turun sebesar 5,60%
- PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) mengalami penurunan 5,22%
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 4,52%
Pergerakan pasar saham hari ini menunjukkan bahwa investor masih dalam proses evaluasi terhadap berbagai faktor eksternal dan internal. Meski ada saham-saham yang menguat, mayoritas saham mengalami tekanan, sehingga memicu kewaspadaan di kalangan pelaku pasar.
Kondisi ini juga menunjukkan pentingnya pemantauan terhadap perkembangan ekonomi makro dan pergerakan harga komoditas, karena dapat memengaruhi arah pergerakan IHSG dalam waktu dekat.





