Ikan Gohu Tetap Jadi Menu Favorit Berbuka di Maluku Utara, Warisan Kuliner Dilindungi Negara

Gohuikan
Gohuikan

Tradisi Kuliner Gohu Ikan di Maluku Utara

Di tengah berbagai pilihan makanan modern, gohu ikan tetap menjadi hidangan favorit masyarakat Maluku Utara saat berbuka puasa. Hidangan ini biasanya disajikan bersama sagu dan ubi rebus, dan selalu diminati warga, terutama selama bulan Ramadhan. Masyarakat setempat memandang gohu ikan sebagai bagian dari tradisi yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Seorang pelaku usaha mikro kecil, Mahla Muhammad, yang berjualan di Pasar Gamalama, Ternate, mengungkapkan bahwa dagangannya hampir selalu habis setiap hari. Tingginya permintaan menunjukkan bahwa gohu ikan tidak hanya memiliki rasa yang lezat, tetapi juga memiliki nilai budaya yang kuat. Meskipun satu porsi gohu ikan dijual dengan harga sekitar Rp25 ribu, banyak pelanggan yang tetap membeli karena rasanya yang segar dan keterkaitannya dengan tradisi lokal.

Pengakuan Budaya dan Kekayaan Intelektual

Selain populer dalam dunia kuliner, gohu ikan telah diakui sebagai bagian dari kekayaan budaya Maluku Utara. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual di bawah Kementerian Hukum, makanan ini telah tercatat sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) dalam kategori pengetahuan tradisional yang dilindungi negara.

Budi Argap Situngkir, Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Maluku Utara, menjelaskan bahwa pengetahuan tradisional mencakup karya intelektual yang lahir, berkembang, dan dijaga oleh suatu komunitas secara turun-temurun. Oleh karena itu, resep serta cara pengolahan gohu ikan perlu dilindungi agar tidak hilang atau diklaim pihak lain.

Pelindungan tersebut tidak hanya menjaga identitas budaya daerah, tetapi juga mencegah eksploitasi oleh pihak luar sekaligus memberi nilai ekonomi bagi masyarakat sebagai pemilik tradisi.

Upaya Pelindungan dan Pendaftaran Warisan Lokal

Pihak Kemenkum juga mendorong masyarakat dan lembaga budaya untuk aktif mendaftarkan warisan lokal melalui layanan pencatatan KIK yang kini dapat diakses secara daring, bahkan dengan pendampingan tanpa biaya. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa tradisi dan pengetahuan lokal tetap terjaga dan dikenali secara nasional maupun internasional.

Sejarah dan Perkembangan Gohu Ikan

Dari sisi sejarah, gohu ikan telah dikenal sejak ratusan tahun lalu dan berasal dari kebiasaan nelayan yang mengolah hasil tangkapan segar seperti tuna dan cakalang dengan bumbu sederhana. Meski Ternate pernah menjadi pusat perdagangan rempah dunia pada abad ke-16 hingga ke-17, bahan dan cara pembuatan hidangan ini nyaris tidak berubah.

Kini, makanan yang dahulu identik dengan kehidupan nelayan tersebut telah berkembang menjadi simbol kuliner masyarakat luas, sekaligus pengingat kuat akan hubungan antara tradisi, alam, dan identitas budaya Maluku Utara.


Pos terkait