PSMS Medan Kembali Kalah dalam Pertandingan Lawan FC Bekasi City
PSMS Medan kembali menelan kekalahan dalam laga lanjutan Pegadaian Championship musim 2025/2026. Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga, Sabtu (28/2/2026) malam, Ayam Kinantan harus mengakui keunggulan FC Bekasi City dengan skor akhir 1-2.
Pertandingan dimulai dengan tempo permainan yang cukup hati-hati dari kedua tim. Dalam lima menit pertama, lebih banyak terjadi duel di lini tengah tanpa peluang berbahaya. Namun, PSMS langsung memberikan ancaman pada menit ke-7. Umpan silang Adlin Cahya dari sisi kiri mengarah tepat ke kotak penalti dan disambut tandukan Felipe Cadenazzi. Sayangnya, kiper FC Bekasi City, Ikram Algifarri, sigap mengamankan bola.
Tiga menit kemudian, Cadenazzi kembali mendapat peluang emas setelah memanfaatkan kesalahan backpass lini belakang tuan rumah. Ia berhasil mencuri bola dan tinggal berhadapan dengan Ikram. Sayangnya, sentuhan terakhirnya terlalu jauh sehingga bola lebih dulu disapu sang kiper yang cepat keluar dari sarangnya.
Memasuki menit ke-13, laga mulai memanas. Zikri Ferdiansyah diganjar kartu kuning usai melakukan tekel. Dari situasi bola mati, Rizky mengirim umpan ke arah Raju Dimas, tetapi tandukannya masih melenceng dari gawang yang dikawal Reky Rahayu. FC Bekasi City membalas ancaman pada menit ke-17 lewat Ezechiel yang menerima umpan spekulatif Dimas. Beruntung, Saddam Hi Tenang sigap menutup ruang tembak sehingga peluang hanya berbuah sepak pojok.
Di menit ke-19, kartu kuning kembali keluar, kali ini untuk Syukron setelah mengganggu distribusi bola Reky Rahayu saat PSMS hendak melancarkan serangan balik cepat. PSMS terus meningkatkan intensitas serangan. Pada menit ke-21, peluang emas lahir dari skema sepak pojok. Antoni Nugroho mengirim bola ke kotak penalti dan Erwin Gutawa yang tak terkawal sukses menanduknya. Namun, Ikram tampil gemilang dengan menepis bola.
Pada sepak pojok kedua, Erwin kembali mendapat kesempatan, tetapi lagi-lagi Ikram menjadi penyelamat gawang tuan rumah. Tensi pertandingan kian meningkat. Menit ke-34, Ragil Dimas menerima kartu kuning usai melanggar Clayton Da Silva. Clayton yang mengambil tendangan bebas langsung melepaskan sepakan keras ke arah gawang, tetapi Ikram kembali menunjukkan refleks apiknya dan mengubah bola menjadi sepak pojok.
Peluang terbaik PSMS hadir pada menit ke-42. Berawal dari kesalahan lini belakang FC Bekasi City, Antoni Nugroho merebut bola dan mengalirkannya kepada Cadenazzi. Sang striker kemudian memberikan umpan backheel kepada Clayton Da Silva yang berdiri bebas. Sepakan placing kaki kanan Clayton hanya membentur tiang gawang, padahal posisi gawang sudah kosong karena Ikram keluar dari posisinya.
Di menit yang sama, Saddam kembali menerima kartu kuning setelah menghentikan serangan balik Iksan Chan. Hingga tambahan waktu tiga menit berakhir, skor tetap 0-0 meski kedua tim silih berganti menciptakan peluang.
Babak Kedua: PSMS Gagal Bangkit
Memasuki babak kedua, PSMS mencoba mengubah pendekatan taktik. Namun baru satu menit laga berjalan, tuan rumah langsung memecah kebuntuan lewat gol cepat Ramadhan. Gol tersebut membuat mental pemain PSMS sempat goyah.
Situasi semakin sulit ketika Zikri Ferdiansyah menerima kartu kuning kedua usai dianggap melanggar Renan Silva. PSMS pun harus bermain dengan 10 orang. Zikri sendiri tampil menggantikan Kim Jeung-ho yang absen akibat akumulasi kartu. Unggul jumlah pemain dimanfaatkan maksimal oleh tuan rumah. Ikhsan Chan, mantan pemain PSMS musim lalu, sukses menggandakan keunggulan FC Bekasi City dan membawa skor menjadi 2-0.
Meski bermain pincang, PSMS tak menyerah. Tekanan terus dilancarkan hingga akhirnya hadiah penalti didapat setelah terjadi pelanggaran di kotak terlarang. Cadenazzi yang maju sebagai algojo sukses menaklukkan Ikram dan memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1. Sayangnya, hingga peluit panjang dibunyikan, PSMS gagal menyamakan kedudukan.
Tanggapan Pelatih dan Pemain
Usai laga, pelatih PSMS, Eko Purdjianto, tak menutupi kekecewaannya. Ia menilai gol cepat di awal babak kedua menjadi faktor krusial yang memengaruhi mental bertanding para pemainnya. Ia juga menyinggung beberapa keputusan wasit yang dianggap memengaruhi konsentrasi pemain, meski tetap menyatakan menghormati kepemimpinan pertandingan dan berencana menyampaikan evaluasi secara resmi kepada komisi wasit.
“Di babak kedua, Bekasi mengambil inisiatif untuk agresif dan pemain kita lengah dengan satu gol cepat yang membuat semangat turun. Dari awal saya sudah bilang ke pemain untuk respect kepada wasit. Tapi ada beberapa keputusan yang membuyarkan konsentrasi pemain kita. Respect terhadap kepemimpinan wasit, tapi ini jadi catatan buat kita. Kita akan membuat report ke komisi wasit,” tegas Eko.
Ia mengungkapkan bahwa timnya sebenarnya mampu bermain baik dan menciptakan peluang, namun kurang efektif dalam penyelesaian akhir. Ia juga menyoroti banyaknya kartu kuning yang diterima PSMS yang menurutnya perlu menjadi bahan evaluasi.
“Kita sangat kecewa. Kita main bagus tapi nggak bisa bikin gol. Dengan kelengahan kita, mereka bisa mencetak gol. Kenapa kartu kuning begitu mudah diberikan untuk PSMS, ini jadi catatan untuk komisi wasit,” ujarnya.
Meski demikian, Eko tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya. Ia menilai permainan timnya cukup baik, hanya saja kurang efektif dalam penyelesaian akhir.
“Clayton main bagus, cuma belum cetak gol. Kiper Bekasi juga bagus. Untuk peluang PSMS, secara pribadi saya tetap fight sampai akhir kompetisi. Peluang memang tipis, tapi kami akan maksimalkan sisa pertandingan dan berharap hasil yang lebih baik,” ucapnya.
Hal senada turut disampaikan Nazar Nurzaidin. Ia mengakui kekecewaan atas hasil akhir pertandingan, terutama karena banyak momen yang dinilai dapat mengubah jalannya laga. Menurutnya, pertandingan berjalan menarik dan penuh determinasi, namun terdapat sejumlah keputusan yang dirasakan kurang menguntungkan timnya.
“Kecewa dengan hasil pasti. Pemain dan penonton mungkin tahu apa yang dilakukan referee. Ada banyak keputusan yang mengganggu. Pertandingan seru, tapi menurut saya banyak keputusan yang kurang tepat,” katanya.
Kekalahan ini menjadi malam pahit bagi PSMS sekaligus penutup sebelum kompetisi memasuki jeda Ramadan dan Idul Fitri sekitar satu bulan. Setelah jeda, PSMS dijadwalkan menghadapi PSPS Pekanbaru pada 28 Maret 2026 di Stadion Utama Sumatera Utara.





