Ikuti Rakor Nasional Lebaran 2026, Bupati Ciamis Beri Perkiraan 143,9 Juta Pemudik

Img 20230309 221032 Tsyuh9tj3u Nepjrzqt0z 1
Img 20230309 221032 Tsyuh9tj3u Nepjrzqt0z 1

Persiapan Kesiapan Mudik Lebaran 2026 di Kabupaten Ciamis

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Kesiapan Pelayanan Lebaran 2026 yang diselenggarakan secara virtual. Rakor ini dipimpin langsung oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan diikuti oleh jajaran kementerian serta lembaga terkait.

Di Kabupaten Ciamis, kegiatan berlangsung di Ruang Zoom Meeting Polres Ciamis dan dihadiri oleh unsur Forkopimda, BPBD, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi, serta instansi lainnya. Dalam rakor tersebut, Kapolri menyampaikan hasil survei dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia tahun 2026 yang memprediksi potensi pergerakan masyarakat atau pemudik selama periode mudik mencapai 143,9 juta orang.

Angka ini menunjukkan penurunan sekitar 2,57 juta orang atau 1,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, data realisasi tahun 2025 justru menunjukkan lonjakan signifikan dengan pergerakan masyarakat mencapai 154,6 juta orang atau lebih tinggi 5,55 persen dari angka prediksi. Hal ini menunjukkan bahwa meski survei menunjukkan penurunan potensi, pemerintah tetap bersiap menghadapi kemungkinan lonjakan arus mudik yang melampaui proyeksi.

Dalam rakor tersebut juga dipaparkan prediksi puncak arus mudik pertama akan terjadi pada 14–15 Maret 2026, disusul puncak kedua pada 18–19 Maret 2026. Sedangkan arus balik diperkirakan memuncak pada 24–25 Maret 2026 dan 28–29 Maret 2026.

Untuk mengantisipasi kepadatan, Polri akan menggelar Operasi Ketupat 2026 dengan sejumlah rekayasa lalu lintas seperti penerapan one way nasional dan lokal, contra flow, pengaturan rest area, hingga pembatasan kendaraan sumbu tiga. Tak hanya itu, pemerintah pusat juga menyiapkan berbagai stimulus kebijakan guna mengurai kepadatan, di antaranya diskon tarif tol, potongan tiket pesawat, tarif reguler kapal, penambahan masa libur Lebaran, serta kebijakan Work From Anywhere (WFA).

Sebanyak 2.746 posko pengamanan akan didirikan di seluruh Indonesia dengan total 185.608 objek pengamanan, meliputi jalur transportasi, tempat ibadah, pusat perbelanjaan, hingga objek wisata.

Bupati Herdiat menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Ciamis siap bersinergi dengan TNI-Polri dan seluruh stakeholder untuk memastikan arus mudik dan perayaan Idul Fitri berjalan aman dan lancar. Menurutnya, Ciamis sebagai wilayah perlintasan memiliki potensi kepadatan kendaraan, terutama di jalur nasional dan kawasan wisata saat libur Lebaran.

“Kami siap mendukung pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat, baik di jalur transportasi, pusat keramaian, maupun objek wisata,” ujar Herdiat.

Herdiat juga mengimbau masyarakat yang akan mudik agar mempersiapkan perjalanan dengan matang dan mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama. “Kami berharap masyarakat mengutamakan keselamatan dan menjaga ketertiban. Sinergi antara aparat dan masyarakat menjadi kunci agar Idul Fitri 1447 H berjalan aman, nyaman, dan kondusif,” katanya.

Prediksi Arus Mudik dan Strategi Pengamanan

  • Prediksi jumlah pemudik: 143,9 juta orang
  • Puncak arus mudik: 14–15 dan 18–19 Maret 2026
  • Puncak arus balik: 24–25 dan 28–29 Maret 2026
  • Strategi pengamanan: Operasi Ketupat 2026 dengan rekayasa lalu lintas seperti one way, contra flow, pengaturan rest area, dan pembatasan kendaraan sumbu tiga
  • Stimulus kebijakan: Diskon tarif tol, potongan tiket pesawat, tarif reguler kapal, penambahan masa libur Lebaran, dan kebijakan Work From Anywhere (WFA)

Persiapan di Kabupaten Ciamis

  • Jumlah posko pengamanan: 2.746 posko
  • Objek pengamanan: Jalur transportasi, tempat ibadah, pusat perbelanjaan, dan objek wisata
  • Peran Pemkab Ciamis: Bersinergi dengan TNI-Polri dan stakeholder untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik
  • Imbauan kepada masyarakat: Mempersiapkan perjalanan dengan matang dan mematuhi aturan lalu lintas


Pos terkait