Imigrasi Soekarno-Hatta Siapkan Langkah Antisipatif Hadapi Overstay WNA
Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai situasi yang dapat memengaruhi pergerakan warga negara asing (WNA) di wilayah Indonesia. Salah satu ancaman utama yang menjadi fokus adalah potensi overstay akibat pembatalan rute penerbangan di kawasan Timur Tengah.
Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta, Galih Kartika Perdhana, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah penanganan khusus bagi WNA yang masa izin tinggalnya terganggu akibat kondisi darurat penerbangan. Ia menegaskan bahwa WNA yang sedang berada di Indonesia dan masa berlaku izin tinggalnya akan berakhir atau sudah melebihi jangka waktu yang diberikan harus segera melapor ke Kantor Imigrasi.
Galih menekankan bahwa pelaporan tersebut bertujuan agar WNA mendapatkan penanganan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Menurutnya, situasi force majeure akibat gangguan penerbangan internasional menjadi pertimbangan utama dalam proses penanganan tersebut.
“Kami terus memantau perkembangan situasi global dan melakukan langkah antisipatif guna menjaga stabilitas pelayanan serta pengawasan keimigrasian,” ujarnya.
Selain fokus pada potensi overstay, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta juga melakukan penyesuaian pengamanan dan pelayanan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Hal ini dilakukan untuk memastikan kelancaran operasional di tengah adanya perubahan jadwal penerbangan maupun kemungkinan pemulangan warga negara Indonesia dari negara yang terdampak konflik.
Galih menjelaskan bahwa penambahan jumlah personel di jam sibuk telah disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kedatangan penumpang. Langkah ini diharapkan dapat menjaga kelancaran arus pemeriksaan tanpa mengurangi standar keamanan.
- Peningkatan jumlah personel di tempat pemeriksaan imigrasi dilakukan untuk memastikan setiap penumpang dapat diproses dengan cepat dan aman.
- Penggunaan autogate dan unit analisis penumpang dimaksimalkan untuk mempercepat proses pemeriksaan.
- Koordinasi dengan instansi terkait seperti maskapai penerbangan dan otoritas bandara dilakukan secara intensif.
Dalam upaya menjaga stabilitas layanan keimigrasian, Galih menegaskan bahwa pihaknya terus memantau situasi secara real-time. Dengan demikian, setiap perubahan yang terjadi dapat segera direspons dengan tepat dan efektif.
Upaya Optimalisasi Layanan di Bandara
Selain itu, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta juga melakukan beberapa inovasi dalam pelayanan. Beberapa langkah yang telah diambil antara lain:
- Penambahan fasilitas digital seperti autogate untuk mempercepat proses pemeriksaan.
- Pelatihan personel untuk meningkatkan kemampuan dalam menghadapi situasi darurat.
- Peningkatan koordinasi dengan pihak kepolisian dan instansi lain untuk memastikan keamanan dan kelancaran lalu lintas penumpang.
Dengan langkah-langkah ini, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh penumpang, baik WNI maupun WNA, meskipun dalam situasi yang tidak menentu.





