Peningkatan Impor Indonesia pada Januari 2026
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa nilai impor Indonesia pada Januari 2026 mencapai sebesar US$21,20 miliar. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 18,2% dibandingkan dengan Januari 2025. Lonjakan terjadi terutama pada impor kelompok barang modal, yang menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan impor tersebut.
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa seluruh komponen impor mengalami kenaikan berdasarkan golongan penggunaan barang. Dalam laporan tersebut, impor barang konsumsi meningkat sebesar 11,81%, dari US$1,64 miliar pada Januari 2025 menjadi US$1,84 miliar pada Januari 2026.
Namun, pendorong utama kenaikan impor berasal dari bahan baku dan penolong, yang tumbuh sebesar 14,67%. Nilainya naik dari US$12,97 miliar menjadi US$14,88 miliar, dengan andil terhadap kenaikan impor sebesar 10,61%.
“Selain itu, impor barang modal melonjak sebesar 35,23%, dari US$3,32 miliar menjadi US$4,49 miliar,” ujar Ateng dalam konferensi pers yang diadakan pada Senin (2/3).
Perkembangan Impor Berdasarkan Jenis Komoditas
Ateng menambahkan bahwa kenaikan impor juga terjadi berdasarkan jenisnya, baik untuk komoditas migas maupun nonmigas. Impor migas tercatat sebesar US$3,17 miliar, atau naik sebesar 27,52% secara tahunan. Sementara itu, impor nonmigas meningkat sebesar 16,71% secara tahunan, mencapai US$18,04 miliar.
Dalam kategori nonmigas, kenaikan impor terutama didorong oleh beberapa kelompok barang. Misalnya:
- Mesin/perlengkapan elektrik meningkat sebesar 29,54%, dengan nilai mencapai US$2,92 miliar.
- Mesin/perlengkapan mekanis naik sebesar 16,07%, mencapai US$2,9 miliar.
- Plastik dan barang dari plastik meningkat sebesar 5,92%, dengan nilai mencapai US$0,95 miliar.
Sumber Impor Terbesar
BPS mencatat bahwa impor paling besar berasal dari Cina, dengan kontribusi sebesar 43,75% atau setara dengan US$7,89 miliar. Tiga jenis barang yang paling banyak diimpor Indonesia mayoritas berasal dari Cina, menunjukkan dominasi negara tersebut sebagai mitra dagang utama Indonesia dalam sektor impor.
Dengan data ini, dapat dilihat bahwa tren impor Indonesia pada awal tahun 2026 menunjukkan peningkatan yang signifikan, terutama dalam sektor barang modal dan bahan baku. Hal ini menunjukkan adanya permintaan yang tinggi di berbagai sektor industri dan ekonomi nasional.





