Pergerakan pasar saham di Wall Street, Amerika Serikat (AS) pada perdagangan saham hari Kamis (19/2) menunjukkan penurunan. Investor mulai menjual saham sektor keuangan sambil memantau ketegangan antara AS dan Iran.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun sebesar 267,50 poin atau 0,54% menjadi 49.395,16, sedangkan S&P 500 melemah sebesar 0,28% menjadi 6.861,89. Sementara itu, Nasdaq Composite terkoreksi sebesar 0,31% menjadi 22.682,73.
Meskipun demikian, sepanjang tahun ini, S&P 500 masih naik tipis sebesar 0,2%, sedangkan Dow Jones menguat lebih dari 2%. Namun, Nasdaq yang didominasi oleh saham teknologi justru mengalami penurunan lebih dari 2% pada 2026.
Selain itu, investor juga ramai-ramai keluar dari saham kredit swasta setelah Blue Owl Capital mengumumkan akan memperketat likuiditas investor. Perusahaan tersebut sebelumnya menjual aset pinjaman senilai US$ 1,4 miliar. Keputusan ini memicu kekhawatiran tentang potensi kerugian di sektor pinjaman swasta yang dinilai kurang transparan. Saham Blue Owl langsung anjlok sekitar 6%, sementara saham Blackstone dan Apollo Global Management juga ikut merosot lebih dari 5%.
Saham perangkat lunak juga tertekan. Saham Salesforce turun lebih dari 1%, Intuit melemah 2%, dan Cadence Design Systems merosot hampir 3%. Investor khawatir perkembangan kecerdasan buatan (AI) akan mengganggu bisnis perangkat lunak. CEO Mistral AI, Arthur Mensch bahkan menyatakan bahwa lebih dari 50% perangkat lunak perusahaan bisa digantikan oleh teknologi AI.
Di samping itu, Presiden Donald Trump mengatakan AS kemungkinan akan membuat kesepakatan dalam 10 hari ke depan dan memberi sinyal untuk meluncurkan serangan militer ke negara tersebut. Di sisi lain, harga minyak mentah terus meningkat karena ketegangan terkait program nuklir Iran. Pernyataan ini menambah suasana suram pada perdagangan hari Kamis.
Saham Walmart turun lebih dari 1% setelah proyeksi laba tahunan perusahaan tidak memenuhi ekspektasi. Kepala Investasi di Procyon, Antonio Rodrigues, menilai pergerakan pasar terbaru sebagai konfirmasi adanya perubahan kepemimpinan di pasar saham. Menurutnya, pasar perlu melihat momentum laba mulai muncul dari 490 nama teratas.
Secara khusus, Rodrigues memantau sektor industri dan barang konsumsi siklikal. Menurut dia, dua sektor tersebut bisa merasakan efisiensi dari belanja kecerdasan buatan (AI). Tak hanya itu, ia juga melihat potensi besar di sektor yang berkaitan dengan jaringan listrik.
“Semua yang terkait dengan jaringan listrik masih memiliki potensi. Masih banyak proyek yang sedang dibangun. Itu adalah tema jangka panjang, bahkan mungkin puluhan tahun,” kata Rodrigues dikutip CNBC, Jumat (20/2).





