Indeks Wall Street Turun, Saham Nvidia Meroket 5% Meski Laba Melebihi Harapan

Aa189kjw
Aa189kjw

Pergerakan Bursa Wall Street pada Hari Kamis

Pada perdagangan hari Kamis (26/2) waktu setempat, indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat secara umum ditutup turun. Pelemahan ini terjadi karena laporan keuangan dari perusahaan teknologi besar seperti Nvidia dan Salesforce belum mampu memicu penguatan yang signifikan di pasar.

Indeks S&P 500 mengalami penurunan sebesar 0,54% hingga mencapai level 6.908,86. Sementara itu, Nasdaq Composite turun lebih dalam, yaitu 1,18% ke level 22.878,38. Di sisi lain, Dow Jones Industrial Average hanya naik sedikit sebesar 0,03% menjadi 49.499,20.

Saham Nvidia mengalami penurunan yang cukup tajam, yaitu lebih dari 5%. Meskipun demikian, perusahaan produsen cip ini berhasil mencatatkan laba dan pendapatan kuartal keempat yang melebihi ekspektasi analis. Penurunan ini menjadi yang terdalam sejak April tahun lalu.

Selain Nvidia, saham perusahaan cip lainnya juga mengalami tekanan. Beberapa di antaranya adalah Broadcom, Lam Research, Western Digital, dan Applied Materials.

Tom Graff, Chief Investment Officer Facet, menyatakan bahwa saat ini pasar berada dalam fase “prove it”, yang berarti investor masih menunggu bukti nyata dari kinerja perusahaan. Ia menilai bahwa meskipun laporan keuangan Nvidia bagus, harga sahamnya belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi.

“Nvidia menghadapi kombinasi antara ekspektasi yang sangat tinggi dan sikap skeptis pasar. Kondisi ini kemungkinan akan membuat pergerakan sahamnya bergelombang selama beberapa kuartal ke depan,” ujar Tom Graff.

Di sisi lain, saham Salesforce sempat menjadi salah satu emiten yang paling tertekan akibat kekhawatiran terhadap disrupsi AI. Namun, saham tersebut melonjak sebesar 4% setelah perusahaan mencatatkan kinerja kuartalan yang di atas ekspektasi. Meski demikian, Salesforce memberikan proyeksi pendapatan untuk tahun fiskal 2027 yang lebih lemah dari perkiraan.

James Demmert, Chief Investment Officer Main Street Research, menilai kinerja Salesforce sebenarnya solid, tetapi proyeksi yang lemah belum mampu meredakan sentimen negatif di sektor perangkat lunak. Ia juga menyebut bahwa Salesforce akan menghadapi tantangan di masa depan seiring pesatnya perkembangan AI, meskipun penurunan saham sektor perangkat lunak belakangan dinilai sudah berlebihan.

Meski demikian, saham-saham perangkat lunak secara umum masih mencatat kenaikan. Hal ini terlihat dari penguatan sekitar 2% pada iShares Expanded Tech-Software Sector ETF (IGV). Namun, ETF tersebut masih berada di area bear market karena turun sekitar 30% dari level tertingginya.

Sektor Lain yang Mengalami Peningkatan

Selain sektor perangkat lunak, sektor keuangan, energi, dan properti juga ditutup naik pada perdagangan kemarin. Beberapa saham yang mencatatkan kenaikan termasuk JPMorgan Chase dan CBRE Group.

Pergerakan ini terjadi setelah bursa saham AS mencatat kinerja positif pada perdagangan sehari sebelumnya, ketika saham teknologi dan perangkat lunak sempat rebound. Namun, sentimen terhadap sektor perangkat lunak dan keamanan siber sepanjang tahun ini masih rapuh seiring kekhawatiran terhadap perkembangan pesat produk AI.

Pos terkait