Indonesia Dukung Perdamaian Pakistan-Afghanistan

Aa1wfsw4
Aa1wfsw4

Pemerintah Indonesia mengambil langkah aktif untuk mendorong Pakistan dan otoritas Afghanistan menempuh jalur damai dalam menghadapi perseteruan bersenjata yang sedang berlangsung antara kedua negara. Langkah ini diambil setelah terjadinya perang terbuka yang dilaporkan melibatkan serangan lintas perbatasan hingga ibu kota Afghanistan, Kabul.

Vahd Nabyl A. Mulachela, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, menyampaikan bahwa Indonesia menyerukan langkah deeskalasi segera yang diikuti dengan dialog antar kedua pihak. Dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Kemlu, Jakarta Pusat pada Jumat, 27 Februari 2026, ia menjelaskan bahwa pihaknya berharap kedua negara dapat menyelesaikan masalah secara damai dengan memprioritaskan dialog dan tindakan deeskalasi.

Nabyl menekankan pentingnya upaya tersebut untuk mencegah meluasnya konflik dan meminimalkan dampak terhadap warga sipil. Selain itu, Indonesia juga memperhatikan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di kedua negara tersebut.

Kondisi WNI dan Imbauan KBRI

Heni Hamidah, Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, memastikan bahwa WNI di Afghanistan dan Pakistan dalam kondisi aman meski sempat terjadi kontak senjata. Meskipun militer Pakistan sempat mengarahkan serangan ke ibu kota Kabul, Heni menyebut tidak ada WNI yang terdampak. “Seluruh WNI di Afghanistan dilaporkan dalam kondisi aman,” ujar dia dalam kesempatan yang sama.

Menurut Heni, jumlah WNI di Afghanistan saat ini sebanyak 43 orang, dengan 15 orang di antaranya merupakan keluarga besar KBRI Kabul. KBRI telah menyampaikan imbauan kepada seluruh WNI untuk meningkatkan kewaspadaan, membatasi perjalanan ke luar domisili, menghindari area pemerintahan dan pusat keramaian, serta menjaga komunikasi dengan KBRI.

Pada 22 Februari, Pakistan melancarkan serangan udara ke tujuh wilayah Afghanistan, yang menewaskan puluhan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak. Menurut laporan Al Jazeera pada Jumat, pejabat Pakistan menyatakan pasukan Afghanistan kembali menyerang posisi militer di dekat perbatasan.

Serangan itu mendorong Islamabad melancarkan serangan udara ke sejumlah target di Afghanistan, termasuk di Kabul dan kota-kota lain. Serangan pertama Pakistan terjadi sekitar pukul 01.50 waktu setempat pada Jumat dini hari, dengan pasukan Afghanistan merespons menggunakan tembakan antipesawat.

Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif mengatakan, “Kesabaran kami telah meluap. Sekarang ini adalah perang terbuka antara kami dan kalian.”

Pos terkait