Indramayu kuatkan peran di Rebana, andalkan pangan dan energi

Aa1xlsa3 2
Aa1xlsa3 2



Indramayu—Pemerintah Kabupaten Indramayu menegaskan posisinya di Kawasan Rebana sebagai penopang lumbung pangan nasional sekaligus basis energi dan kelautan Jawa Barat. Di tengah ambisi menjadikan Rebana sebagai episentrum pertumbuhan ekonomi baru, Indramayu memilih memainkan kartu lama yang selama ini menopang ekonominya, yaitu pertanian produktif, perikanan, serta industri energi dan migas.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menyatakan daerahnya siap mengoptimalkan kekuatan sektor primer dan energi untuk menopang pertumbuhan kawasan. Menurutnya, struktur ekonomi Indramayu yang bertumpu pada pangan dan energi bukan kelemahan, melainkan fondasi strategis dalam desain besar pengembangan Rebana.

Peran Pertanian dalam Ekonomi Daerah

Indramayu, selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi padi terbesar di Jawa Barat. Dengan lahan sawah yang luas dan produktivitas relatif stabil, daerah ini memegang peran penting dalam pasokan beras regional bahkan nasional.

“Di tengah ancaman alih fungsi lahan dan tekanan industrialisasi di kawasan Rebana, posisi Indramayu menjadi krusial,” kata Lucky, Minggu (2/3/2026).

Lucky menyebutkan, kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian daerah masih dominan. Pemerintah daerah menilai, industrialisasi kawasan tidak boleh menggerus fungsi lahan produktif. Sebaliknya, pertanian harus diperkuat melalui modernisasi irigasi, mekanisasi, serta integrasi dengan sistem logistik kawasan.

Langkah ini sekaligus menjadi penyeimbang ekspansi kawasan industri di wilayah lain Rebana. Ketika daerah lain mendorong manufaktur, Indramayu mempertahankan stabilitas pangan sebagai basis ekonomi riil.

Sektor Kelautan dan Perikanan

Selain pertanian, sektor kelautan dan perikanan menjadi tulang punggung ekonomi pesisir Indramayu. Dengan garis pantai yang panjang di utara Jawa, aktivitas perikanan tangkap dan budidaya menopang ribuan rumah tangga nelayan.

Penguatan sektor ini dinilai penting dalam kerangka ekonomi kawasan. Integrasi dengan infrastruktur logistik, termasuk kedekatan dengan Pelabuhan Patimban, membuka peluang distribusi hasil perikanan ke pasar yang lebih luas.

“Namun tantangan tetap ada, mulai dari fluktuasi hasil tangkapan, cuaca ekstrem, hingga keterbatasan fasilitas pengolahan,” ujar Lucky.

Peran Energi dan Migas

Selain itu, Indramayu juga memiliki sejarah panjang sebagai wilayah industri energi dan migas. Kilang minyak dan infrastruktur energi yang telah lama beroperasi menjadikan daerah ini simpul penting ketahanan energi nasional.

Dalam konteks Rebana, sektor energi memberi dua dampak sekaligus: kontribusi fiskal dan daya tarik investasi industri turunan. Namun ketergantungan pada sektor ekstraktif juga menyimpan risiko, terutama terkait fluktuasi harga global dan isu lingkungan.

“Ambisi menjadikan Rebana sebagai motor ekonomi baru Jawa Barat menuntut pembagian peran yang jelas antar daerah. Kami memilih jalur konservatif namun strategis, menjaga ketahanan pangan dan energi sebagai fondasi pertumbuhan,” kata Lucky.

Strategi Pengembangan Kedepan

Dengan memperkuat sektor-sektor utama seperti pertanian, perikanan, dan energi, Indramayu berharap dapat menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan sumber daya alam.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus melakukan inovasi dan modernisasi agar sektor-sektor tersebut tetap relevan dan efisien dalam mendukung pembangunan kawasan Rebana secara keseluruhan.

Dengan pendekatan yang konsisten dan berkelanjutan, Indramayu berusaha menjadi contoh bagi daerah-daerah lain dalam menciptakan keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan.

Pos terkait