Inflasi Bulanan di Banten Mencapai 0,93 Persen pada Februari 2026
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan (month to month/m-to-m) di Provinsi Banten pada Februari 2026 sebesar 0,93 persen. Angka ini menunjukkan kenaikan harga secara umum yang terjadi dalam kurun waktu satu bulan.
Inflasi tertinggi di Banten tercatat di Kabupaten Pandeglang, sementara Kota Tangerang mencatat inflasi terendah. Ketua Tim Statistik Distribusi, Harga, dan Jasa BPS Provinsi Banten, Saeful Hidayat, menjelaskan bahwa kenaikan tersebut mendorong Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 109,16 pada Januari 2026 menjadi 110,18 pada Februari 2026.
Secara tahunan (year on year/y-on-y), inflasi Banten tercatat sebesar 5,14 persen, sedangkan secara tahun kalender (year to date/y-to-d) sebesar 0,59 persen.
Kelompok Bahan Pangan Menjadi Penyumbang Utama Inflasi
Tekanan inflasi Februari terutama didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 2,53 persen dengan andil 0,81 poin persen. Kelompok ini menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi bulanan.
Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya turut menyumbang inflasi sebesar 1,39 persen dengan andil 0,09 poin persen. Di sisi lain, kelompok transportasi justru mencatat deflasi 0,30 persen dan memberikan andil deflasi sebesar 0,03 poin persen, sehingga sedikit menahan laju kenaikan harga secara umum.
Lima Komoditas Utama yang Memicu Kenaikan Harga
BPS mencatat sedikitnya lima komoditas utama yang memicu inflasi bulan ke bulan. Daging ayam ras menjadi penyumbang terbesar dengan andil 0,15 poin persen, disusul emas perhiasan (0,12 poin persen), cabai rawit (0,09 poin persen), bawang merah (0,08 poin persen), dan ikan mas (0,07 poin persen).
Sebaliknya, sejumlah komoditas mengalami penurunan harga dan menahan inflasi, antara lain bensin dengan andil deflasi 0,05 poin persen, deodoran 0,02 poin persen, serta wortel, deterjen cair, dan wafer masing-masing 0,01 poin persen.
Perbedaan Tingkat Inflasi Berdasarkan Wilayah
Secara wilayah, inflasi m-to-m tertinggi pada Februari 2026 terjadi di Kabupaten Pandeglang sebesar 1,64 persen. Sementara itu, Kota Tangerang mencatat inflasi terendah sebesar 0,64 persen.
Untuk inflasi tahunan (y-on-y), Kabupaten Pandeglang kembali menjadi daerah dengan angka tertinggi yakni 5,86 persen. Adapun inflasi tahunan terendah terjadi di Kota Tangerang sebesar 4,64 persen.
Kenaikan harga di awal Ramadan ini menjadi sinyal perlunya penguatan pengendalian pasokan dan distribusi bahan pangan, terutama komoditas strategis yang sensitif terhadap momentum hari besar keagamaan.





