Inflasi Februari 2026 Naik 4,76% YoY, Melebihi Prediksi Pasar

Aa1xktpe 1
Aa1xktpe 1



JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa inflasi pada bulan Februari 2026 tercatat lebih tinggi dari perkiraan para ekonom. Angka inflasi bulanan mencapai 0,68% secara month to month (MoM), sedangkan inflasi tahunan sebesar 4,76% secara year on year (YoY).

Angka ini menjadi yang tertinggi sejak April 2023. Pada Februari 2025, indeks harga konsumen justru mengalami deflasi sebesar 0,09%. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan bahwa kelompok pengeluaran yang paling berkontribusi terhadap inflasi pada Februari 2026 adalah makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi sebesar 1,54% dan andil sebesar 0,45%.

Beberapa komoditas utama dalam kelompok ini antara lain daging ayam ras dengan andil inflasi sebesar 0,09%, cabai rawit 0,08%, ikan segar 0,05%, cabai merah 0,04%, serta tomat, beras, dan telur ayam ras masing-masing sebesar 0,02%.

Selain itu, komoditas lain seperti emas perhiasan dan tarif angkutan udara juga memberikan andil terhadap inflasi. Dari sisi komponen, Ateng menyebutkan bahwa komponen inti dan harga bergejolak mengalami inflasi, sedangkan harga yang diatur pemerintah mengalami deflasi.

Dari sisi kelompok, inflasi tahunan didorong oleh kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dengan kenaikan sebesar 16,19% dan andil inflasi sebesar 2,26%. Komoditas penyumbang utama dalam kelompok ini adalah tarif listrik dan biaya sewa rumah. Inflasi pada kelompok ini disebabkan oleh efek low base pada tarif listrik pada Februari 2025.

Konsensus Ekonom

Sebelumnya, konsensus ekonom memproyeksikan inflasi pada Februari 2026 akan meningkat, baik secara bulanan maupun tahunan. Sebanyak 14 ekonom yang dihimpun Bloomberg memproyeksikan median atau nilai tengah Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Februari mengalami inflasi sebesar 0,30% secara bulanan (MoM). Angka ini melonjak dibandingkan realisasi deflasi sebesar 0,15% MoM pada Januari 2026.

Estimasi tertinggi diberikan oleh Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) David Sumual sebesar 0,48% MoM. Sementara estimasi terendah disampaikan oleh Ekonom KB Valbury Sekuritas Fikri C Permana dengan proyeksi deflasi sebesar 0,11% MoM.

Secara tahunan (YoY), 24 ekonom memproyeksikan median IHK pada Februari berada di zona inflasi sebesar 4,30%. Angka ini naik moderat dibandingkan realisasi inflasi sebesar 3,55% YoY pada Januari.

Estimasi tertinggi terpantau di angka 4,54% yang dikeluarkan oleh Ekonom Barclays Bank PLC Brian Tan. Sementara estimasi terendah berada di angka 3,75% oleh Ekonom Bank of China HK Ltd Jakarta Brn Ferdrik.

Pos terkait