Inflasi Februari 2026 Tercatat 0,68 Persen, Dampak Harga Emas

Aa1pdtqi
Aa1pdtqi



Indeks Harga Konsumen (IHK) di Indonesia pada bulan Februari 2026 menunjukkan adanya inflasi sebesar 0,68 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Secara tahunan, tingkat inflasi mencapai 4,76 persen.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan bahwa situasi ini berbeda dengan bulan sebelumnya yang mengalami deflasi. Ia menjelaskan bahwa tingkat inflasi tahun kalender per Februari 2026 mencapai 0,53 persen.

Beberapa kelompok komoditas menjadi penyebab utama inflasi bulanan tersebut. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi kontributor terbesar dengan andil inflasi sebesar 0,45 persen.

Selain itu, komponen harga yang diatur pemerintah mengalami deflasi sebesar 0,03 persen, meskipun tidak memberikan andil deflasi. Salah satu komoditas yang dominan dalam memberikan andil inflasi adalah bensin.



Komponen harga bergejolak juga mengalami inflasi sebesar 2,50 persen, dengan andil inflasi sebesar 0,41 persen. Komoditas yang menjadi penyumbang utama antara lain daging ayam ras, cabai rawit, dan cabai merah.

Sementara itu, komponen inti mengalami inflasi sebesar 0,42 persen dengan andil inflasi sebesar 0,27 persen. Beberapa komoditas yang dominan memberikan andil inflasi di antaranya emas perhiasan, minyak goreng, mobil, dan nasi dengan lauk pauk.

Secara keseluruhan, dari 38 provinsi yang ada di Indonesia, sebanyak 33 provinsi mengalami inflasi, sedangkan 5 provinsi mengalami deflasi.

Beberapa daerah dengan tingkat inflasi tertinggi adalah Sulawesi Selatan yang mencapai 1,04 persen. Sementara itu, daerah dengan deflasi terbesar adalah Papua Barat dengan tingkat deflasi sebesar 0,65 persen.

Berikut beberapa poin penting terkait data inflasi Februari 2026:

  • Inflasi bulanan
  • Total inflasi: 0,68 persen (mtm)
  • Inflasi tahun kalender: 0,53 persen

  • Inflasi tahunan

  • Total inflasi: 4,76 persen (yoy)

  • Kelompok komoditas penyumbang inflasi

  • Makanan, minuman, dan tembakau: 0,45 persen
  • Harga bergejolak: 2,50 persen
  • Komponen inti: 0,42 persen

  • Komoditas utama yang memengaruhi inflasi

  • Bensin
  • Daging ayam ras
  • Cabai rawit dan cabai merah
  • Emas perhiasan
  • Minyak goreng
  • Mobil
  • Nasi dengan lauk pauk

  • Daerah dengan inflasi tertinggi

  • Sulawesi Selatan: 1,04 persen

  • Daerah dengan deflasi terbesar

  • Papua Barat: 0,65 persen

Dengan data ini, dapat dilihat bahwa inflasi di Indonesia masih tergolong rendah, namun perlu dipantau lebih lanjut karena ada beberapa komoditas yang memberikan andil signifikan terhadap kenaikan harga. Pemerintah dan lembaga terkait kemungkinan akan melakukan langkah-langkah kebijakan untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan daya beli masyarakat tetap stabil.

Pos terkait