Inflasi Februari Naik 0,68 Persen, Harga Pangan Jadi Penyebab Utama

Aa1xlqud
Aa1xlqud

Inflasi Bulanan Februari 2026 Mencapai 0,68 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa inflasi bulanan pada Februari 2026 mencapai 0,68 persen. Kenaikan harga pangan menjadi faktor utama yang mendorong lonjakan inflasi tersebut. Secara tahunan (year-on-year/yoy), inflasi tercatat sebesar 4,76 persen. Sementara inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) sebesar 0,53 persen.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa inflasi terjadi karena kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Februari 2026. “Pada Februari 2026 terjadi inflasi bulanan sebesar 0,68 persen karena ada kenaikan indeks harga konsumen dari 109,75 pada Januari 2026 menjadi 110,50 pada Februari 2026,” ucap Ateng Hartono dalam konferensi pers di Kantor BPS pada Senin (2/3/2026).

Komoditas Penyumbang Inflasi Terbesar

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat inflasi sebesar 1,54 persen. Kelompok ini memberi andil terbesar terhadap inflasi Februari 2026, yakni 0,45 persen. Berikut adalah komoditas penyumbang inflasi terbesar di kelompok ini:

  • Daging ayam ras: andil 0,09 persen
  • Cabai rawit: andil 0,08 persen
  • Ikan segar: andil 0,05 persen
  • Cabai merah: andil 0,04 persen
  • Tomat: andil 0,02 persen
  • Beras: andil 0,02 persen
  • Telur ayam ras: andil 0,02 persen

Inflasi di Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi sebesar 2,55 persen. Kelompok ini menyumbang andil 0,19 persen terhadap inflasi Februari 2026. Berikut adalah komoditas penyumbang inflasi dan deflasi di kelompok ini:

  • Emas perhiasan: andil 0,19 persen
  • Tarif angkutan udara: andil 0,02 persen
  • Bensin: andil deflasi 0,005 persen

Kenaikan harga emas perhiasan menjadi pendorong utama di kelompok ini, sejalan dengan tren kenaikan harga emas global.

Komponen Bergejolak dan Inti Menyumbang Inflasi

Berdasarkan komponen, penyumbang terbesar inflasi Februari berasal dari komponen bergejolak (volatile food). Komponen bergejolak mengalami inflasi sebesar 2,5 persen dengan andil 0,41 persen terhadap inflasi Februari 2026. “Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi komponen bergejolak adalah daging ayam ras, cabai rawit, dan cabai merah,” terang Ateng.

Sementara itu, komponen inti mengalami inflasi sebesar 0,42 persen dengan andil 0,27 persen. Komoditas dominan pada komponen inti antara lain emas perhiasan, minyak goreng, mobil, dan nasi dengan lauk. Adapun komponen harga diatur pemerintah mengalami deflasi sebesar 0,03 persen dengan andil deflasi sebesar 0 persen. “Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi komponen harga diatur pemerintah adalah bensin,” kata Ateng.

Inflasi Secara Spasial

Secara spasial, sebanyak 33 provinsi mengalami inflasi. Sementara 5 provinsi mencatat deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sulawesi Selatan sebesar 1,04 persen. Sedangkan deflasi terdalam terjadi di Papua Barat sebesar 0,65 persen.

Pos terkait