Semarang — Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat bahwa inflasi Jawa Tengah pada bulan Februari 2026 mencapai 4,43% secara tahunan (year on year/YoY) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,43. Sementara itu, secara bulanan (month to month/MtM), inflasi Jawa Tengah tercatat sebesar 0,76%.
Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Ali Said, menjelaskan bahwa kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi terbesar adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Setelahnya, inflasi berasal dari kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.
Sementara itu, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami deflasi. Ali menuturkan bahwa berdasarkan data inflasi Jawa Tengah Februari 2026 secara tahunan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil inflasi sebesar 0,85%. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga memberikan andil inflasi sebesar 2,04%, sedangkan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memberikan andil sebesar 0,98%.
Dalam hal komoditas, Ali menyebutkan lima komoditas yang memberikan andil terbesar dalam inflasi Jawa Tengah secara tahunan. Di antaranya adalah tarif listrik dengan andil inflasi sebesar 1,96%, emas perhiasan sebesar 0,90%, daging ayam ras sebesar 0,19%, beras sebesar 0,15%, dan bawang merah sebesar 0,12%.
“Jika kita melihat inflasi antar cakupan wilayah IHK Februari 2026, inflasi YoY terbesar terjadi di Kota Tegal sebesar 4,97%, sementara inflasi MtM tercatat terbesar di Kota Surakarta sebesar 0,90%, dan inflasi YtD tercatat di Kota Tegal sebesar 0,61%,” ujar Ali.
Di sisi lain, berdasarkan data inflasi secara bulanan, Ali mengungkapkan bahwa ada lima komoditas yang memiliki andil inflasi terbesar di Jawa Tengah pada Februari 2026. Komoditas tersebut adalah emas perhiasan dengan andil inflasi 0,14%, daging ayam ras sebesar 0,12%, cabai rawit sebesar 0,12%, bawang merah sebesar 0,06%, dan telur ayam ras sebesar 0,05%.
“Berdasarkan kewilayahan atau cakupan dari kota IHK di Jawa Tengah, terdapat lima komoditas dengan andil inflasi MtM terbesar. Pertama, emas perhiasan tercatat tertinggi di Kota Surakarta sebesar 0,25%. Kedua, daging ayam ras tercatat di Kabupaten Wonogiri sebesar 0,23%. Ketiga, cabai rawit tercatat di Cilacap sebesar 0,18% dan Kota Surakarta sebesar 0,18%. Keempat, bawang merah tercatat terbesar di Kabupaten Rembang sebesar 0,09%. Kelima, telur ayam ras tercatat terbesar di Kota Wonogiri sebesar 0,07% dan Kabupaten Rembang sebesar 0,07%,” katanya.
Lebih lanjut, Ali menjelaskan bahwa pada bulan Februari 2026, sembilan Kabupaten/Kota IHK di Jawa Tengah seluruhnya mengalami inflasi secara tahunan. Inflasi tertinggi diketahui terjadi di Kota Tegal dengan inflasi mencapai 4,97% dengan IHK sebesar 111,29. Sementara itu, inflasi terendah terjadi di Kabupaten Wonosobo sebesar 3,94% dengan IHK sebesar 112,16.





